Selasa, 12 Januari 2016

Uji Coba Senjata Nuklir Korea Utara/Korut dan Keunggulan Militer Oleh : angkoso Nugroho

Sebelum sampai ke rasa simpati dan emosi kemanusiaan yang telah ditanamkan Hollywood dan televisi di dalam pikiran anda, untuk mereka salah gunakan, pengendalian pikiran? Saya akan menjelaskan latar belakang masalah ini.
Penggetar Militer atau Military Deterrence
Adalah senjata militer yang sangat ampuh dimana musuh tidak mungkin mengalahkan pemiliknya sehingga mengurungkan niatnya untuk menyerang. Pada masa sekarang senjata tersebut adalah senjata nuklir dan wahana untuk meluncurkannya ke sasaran; kapal selam, pembom jarak jauh, dan rudal antar benua.
Namun perlu dicamkan bahwa dalam melakukan hal itu, senjata militer tadi tidak boleh digunakan di wilayah lawan. Kalau demikian maka namanya agresi bukan penggetar. Sama seperti orang bersenjata yang menembakkan senjatanya ke udara untuk menggetarkan niat lawannya.
Kepemilikan senjata penggetar atau dominasi/keunggulan militer yang tidak digunakan kepada orang lain adalah hak setiap bangsa, sama halnya memiliki senjata adalah hak setiap manusia, dalam rangka melindungi dirinya, haknya, bangsanya dan keluarganya.
Saya tidak mengharapkan laki-laki modern untuk mengerti hal ini karena hak asasi manusia saja mereka tak mengerti. Hati anda ingin mencari kebenaran segala sesuatu namun anda menghiraukannya dan terlena dengan kesenangan dunia, baik yang dipaksakan maupun tidak.
Bagi Muslim, dominasi militer di dalam al-Quran.
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang [yang dengan persiapan itu] kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya [dirugikan]. 8 (60)
Bagi orang Indonesia,
Ahmad Soekarno [ra] telah memberikan Indonesia keunggulan militer, yakni bom atom yang rencananya akan di ujicoba di Samudera Indonesia pada Tanggal 05.10.1965 namun Kudeta Militer yang didukung Barat dan didahului oleh Revolusi Palsu mahasiswa menurunkan beliau pada Tanggal 30.09.1965. Kebenaran ini saya dapat dari dokumen perwira intelijen AS, Robert A. Cornejo.
Perjanjian Start dan ABM
Ada perjanjian anti senjata nuklir setelah era Perang Dingin, yakni START dan ABM yang ditinggalkan oleh AS pada Tahun 2004, sehingga pada saat itu semua negara berkemampuan nuklir memulai kembali menumpuk senjata nuklir mereka. Hal ini tidak akan diceritakan oleh televisi dan media.
Perisai anti rudal antar benua atau disebut ABM atau BMDS adalah senjata berupa rudal yang digunakan untuk menangkis rudal nuklir antar benua. Ini adalah alasan AS meninggalkan perjanjian START dan ABM.
BMDS bukanlah senjata untuk bertahan namun untuk menyerang. Karena BMDS menganulir rudal nuklir sehingga memungkinkan pemilik BMDS menyerang negara lain dengan rudal nuklir tanpa mendapatkan serangan balasan. Dengan mengembangkan BMDS AS ingin menjadi satu-satunya negara yang mengungguli kemampuan militer negara-negara AS dan juga AS berencana untuk menyerang negara-negara lain yang berkemampuan senjata nuklir. Saya harap anda mengerti apa artinya, dan saya harap pemimpin dan ulama anda mengerti apa artinya?
BMDS adalah Ballistic Missile Defense System sehingga dari namanya perangkat-perangkat BMDS tersebut terdapat di seluruh permukaan jagat, yang di danai oleh koloni-koloni AS, namun kendalinya online dan berada di Pentagon.
Media dan televisi telah memanfaatkan ketidakpedulian anda dengan mempolitisir uji coba senjata nuklir Korut untuk menekan Korut dengan opini publik, LSM, dan organisasi-organisasi internasional yang didanai Barat. Padahal senjata nuklir nuklir Korut adalah hal sepele jika dibandingkan dengan simpanan senjata nuklir AS atau dengan BMDS AS. Kantor berita Korut telah menyatakan bahwa senjata nuklir mereka tidak akan digunakan untuk agresi, namun televisi dan media menyatakan sebaliknya.
Catatan:
Sejarah mencatat senjata nuklir hanya sekali digunakan untuk agressi, yakni pemboman Hiroshima dan Nagasaki oleh AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar