Kamis, 07 Dhul-Hijjah 1427
Imran Nazar Hosein
Alih Bahasa: Angkoso P.N.
Allah SWT, menyatakan dalam Qur’an Surah An Nahl Ayat 89:
Dan
Kami Telah menurunkan kepada kamu sebuah buku yang menjelaskan semua
hal (apapun juga), sebuah Panduan, Ampunan, dan Kabar Yang menyenangkan
hati umat Muslim
Dalam
Surah An Nahl, Allah SWT, menyatakan, “Dan Kami telah menurunkan sebuah
buku, Al Qur’an, yang turun setelah Taurat, dan juga setelah Injil,
kepadamu Muhammad SAW, bahwa Al Qur’an ini akan menjelaskan semua hal,
dan oleh karena itu Al Qur’an ini akan menjelaskan akhir jaman (jaman
terakhir dalam peradaban manusia), dan dengan Al Qur’an ini kita dapat
memahami tanda-tanda dari Allah SWT, seperti papan reklame besar
(billboards), yang akan terlihat di akhir jaman. Di Al Qur’an ini ada
panduan, bagaimana untuk hidup di semua jaman (di seluruh sejarah
manusia), dan khususnya di akhir jaman. Dimana penjelasan dan panduannya
mengandung rahmah/ampunan, dari Tuhanmu. Bagi mereka yang memiliki
kebijaksaan dan akal sehat untuk menerimanya, menjunjungnya dan
menjalankannya-bushra lahum (berita gembira dan kabar yang menyenangkan
hati) untuk orang-orang tersebut. Mereka akan mengerti dan memahami,
dimana yang lain tidak. Mereka akan berhasil, dimana yang lain tidak.
Latar Belakang
Para
sahabat duduk dan berbicara satu sama lain, ketika, Rasul Allah SWT,
Muhammad SAW, datang dan bertanya, “Apa yang kalian bicarakan?” Mereka
menjawab, “Kami membicarakan akhir jaman”. Beliau menjawab,” Akhir jaman
tidak akan terjadi sampai……”- beliau menyebutkan sepulah tanda dimana
kita dapat menghitungnya dengan jari tangan;
- Dajjal, Al Masih Palsu
- Yajuj dan Majuj
- Kembalinya anak Maryam, Isa as (Yesus).
- Dukhan- Asap
- Daabatul Ard- Ard/bumi sering disebutkan (dalam Qur’an), dalam kontek akhir jaman, yaitu bukan sembarang bumi/tanah, melainkan Tanah Suci (Jerusalem). Makhluk kejam yang muncul diTanah Suci.
- Matahari yang terbit dari Barat
- Tiga kejadian anjloknya tanah, satu Timur
- Satu di Barat,
- Satu di Arabia.
- Api yang keluar di Yaman, yang akan menjadi tempat berkumpul manusia
Dari
sepuluh tanda-tanda tersebut, yang paling jelas dan detail terdapat di
Qur’an adalah kedatangan kembali, anak Maryam, Nabi Isa (as).
Allah SWT menyatakan di Qur’an Surat ke-31 Al Luqman, ayat 34;
Pengetahuan mengenai jam terakhir (Hari Kiamat) hanya milik Allah SWT,
Ketika
Isa as (Yesus) datang kembali, yang merupakan pemenuhan janji Allah
SWT, ini adalah peristiwa maha penting di dalam sejarah umat manusia
yang belum terjadi. Allah SWT, berjanji kepada Banu Israel, setelah
mereka dikeluarkan dari Jerusalem, bahwa Allah SWT, akan mengirimkan
seorang Rasul (sebuah janji yang telah Allah SWT, tepati), seorang Al
Masih (pintu ampunan-setelah kufur yang dilakukan Bani Israel
sebelumnya), akan membawa mereka kemasa kejayaan Sulaiman (as). Sulaiman
(as) adalah seorang kepala negara, Negara Islam Israel, yang pada
masanya adalah Negara Penguasa Dunia, dimana Sulaiman (as) memerintah
dunia dari Jerusalem. Demikianlah masa kejayaannya, dan Al Masih akan
mengembalikan masa itu. Ketika Allah SWT mengirimkan Al Masih, mereka
kufur dan mendustakannya. Mereka mengatakan bahwa Isa (as) adalah anak
haram, dan mereka kemudian dengan sombong dan lantang mengatakan telah
membunuhnya di tiang salib.
Allah, Maha Tinggi, menyatakan di Qur’an Sura An Nisa, ayat 157;
Mereka berkata (dengan lantang dan sombong), “Kami membunuh Al Masih, Isa anak Maryam, Rasul Allah”
Apa
yang mereka tidak tahu adalah bahwa Allah SWT, membuatnya seperti
mereka telah membunuhnya. Allah SWT, telah mengangkat Isa (as) ke
sisiNya. Isa (as) akan kembali, dan ketika ia kembali, ini adalah salah
satu peristiwa yang merupakan tanda besar dari akhir jaman. Nabi
Muhammad (saw) memberitahu kita bahwa Allah SWT, akan mengirimkan
seseorang, yang memiliki kekuatan dan kekuasaan, dari Allah SWT, yang
akan meniru sebagai Al Masih, dan menipu Banu Israel. Seseorang itu
dikenal sebagai Dajjal, Al Masih Palsu, Al Masihud Dajjal.
Untuk berhasil menyelesaikan misinya, maka Dajjal akan;
- Membebaskan Jerusalem dari kekuasan non Yahudi.
- Membawa Banu Israel ke Jerusalem dari manapun mereka berasal.
- Mendirikan Negara Israel.
- Dia harus menjadikan Negara Israel, negara yang memerintah dunia. Sebuah peristiwa yang akan terjadi di masa depan yang dekat.
Ketika
peristiwa nomor 4 ini terjadi, maka Dajjal telah menyelesaikan misinya
sehingga Banu Israel menjadi yakin bahwa saat inilah saat kejayaan
Israel (seperti saat Sulaiman (as)). Oleh karena itu, Dajjal akan
melakukannya dengan jalan penipuan (tipu daya). Inilah mengapa Dajjal
memiliki gelar PhD (S3) dalam hal penipuan. Dengan penipuan yang
dilakukannya maka umat manusia tidak merasa ketika mereka meninggalkan
Islam, bahkan merasa bahwa mereka adalah sebaik-baiknya umat Muslim dari
seluruh jaman!
Rasulullah (saw) menjelaskan bahwa
cara-cara strategi Dajjal dalam mencapai tujuan ini adalah dengan
memperbudak seluruh umat manusia sedemikian sehingga, seluruh umat
manusia di dunia ini akan dipimpin oleh satu orang. Metode perbudakan
manusia adalah melalui perbudakan ekonomi yang dicapai dengan
mengaplikasikan riba ke dalam sistem perekonomian dunia.
Rasulullah
(saw), menjelaskan bahwa di akhir jaman, riba akan menguasai
perekonomian di seluruh dunia. Di jaman Dajjal, cuaca juga akan dikuasai
dan dikontrol Dajjal. Dia akan menghentikan hujan turun ke bumi, bukan
karena dia menemukan metodologi baru dibidang klimatologi, namun karena
sesuatu yang disebut asap (dukhan). Pencemaran lingkungan dan polusi
yang menyebabkan perubahan cuaca. Rasulullah (saw) juga menjelaskan
bahwa golongan terkahir yang dapat keluar dari pengaruh Dajjal adalah
wanita, sehingga laki-laki akan mengikat istrinya, saudara wanita, dan
anak wanitanya di rumah agar selamat dari pengaruh Dajjal. Dajjal
membawa agama setan yang disebut materialisme, sehingga wanita adalah
pihak yang mudah masuk ke dalam perangkap Dajjal. Namun kini pertahanan
laki-laki terhadap materialisme juga sudah hancur, kondisi mereka sama
seperti wanita, mudah terpengaruh dengan materialisme. Hal ini
dikonfirmasi dengan munculnya faham metroseksual.
Wanita
diseluruh dunia akan dilanda wabah yang menjadi filosofi dimana wanita
melalui Revolusi Feminisme atau Persamaan Gender. Ketika anda melihat
Persamaan Gender sudah merasuki wanita, anda hidup di Jaman Dajjal, dan
sesaat lagi akan tahapan terakhir dari strategi Dajjal!
Wahyu Terakhir dan Riba
Rasulullah
(saw) baru saja menyelesaikan Haji. Haji pertama dan terakhir yang
dilakukannya. Beliau memberikan Khutbatul Wada atau Khutbah Terakhir
(perpisahan), dan wahyu Allah SWT, turun kepadanya:
Al Quran, Al Maidah, 5:3,
Hari ini Aku sempurnakan agamamu. ‘Aku telah menyelesaikan tugasku, oleh karenanya Agama ini telah sempurna’.
Itulah
mengapa kita menyangka bahwa inilah akhir dari tugas Rasulullah (saw)
di bumi, Tidak! Rasulullah, Muhammad (saw) kembali lagi ke Medinah
(setelah Haji Wada beliau tidak tinggal dan bermukim di Mekah), dengan
sisa hidup selama 81 hari. Di Medinah dua peristiwa penting terjadi.
Yang pertama adalah, turunnya satu wahyu lagi dari Allah SWT, kepada
Muhammad (saw). Berdasarkan kesaksian Abdullah bin Abbas (ra), yang
tercatat di dalam Sahih Bukhari. Ayat terakhir yang diturunkan Allah
SWT, itu terdapat di Surat Al Baqarah, ayat 278-81, dimana Allah, SWT,
menyatakan pembebasan seluruh umat manusia di dunia ini dari Riba dan
bahwa Allah SWT, dan RasulNya Muhammad (saw), menyatakan perang kepada
mereka-mereka yang berkolaborasi dalam hal Riba.
Wahai Orang Mukmin! Takutlah kepada Allah SWT, dan serahkanlah Riba yang (masih) ada pada dirimu,
jika kamu MEMANG BERIMAN. Jika kamu tidak melakukannya, maka
ketahuilah, kamu menyatakan perang terhadap Allah SWT, dan RasulNya.
Mengapa
Allah, SWT, menurunkan satu wahyu tambahan setelah wahyu, “Hari ini Aku
sempurnakan agamamu, dan menuntaskan pertolonganKu kepadamu”?
Jawabannya adalah karena Riba memiliki bahaya yang teramat besar bagi
umat manusia di dunia. ARTINYA, jangan acuhkan pembelajaran dan
perhatian anda dari topik ini (Riba). Saya pernah tinggal di kota New
York, Ibukota Riba Dunia, dimana saya mengajarkan perihal Riba, dan
akhirnya saya mengetahui, bahwa saya adalah satu-satunya orang yang
mengajarkan topik ini di New York. Ketika saya menjelaskan topik ini,
begitu tercengangnya saya untuk mengetahui bahwa sedikit sekali
orang-orang yang mengetahui masalah Riba.
Al Ihsan
81
hari sebelum perginya Rasulullah (saw) dari dunia ini, beliau terlihat
duduk bersama seluruh sahabat di Masjid Kuba, ketika suatu peristiwa
yang tidak dapat dilupakan, dramatis, aneh dan misterius terjadi.
Laki-laki asing datang dan masuk kedalam Masjid itu, berpakaian serba
putih dengan rambut dan jenggot tebal dan hitam. Tidak ada satu orangpun
yang mengenalinya, sehingga dia tidak mungkin berasal dari Medinah.
Mungkin dia adalah seorang pengembara asing dari luar kota. Di masa itu,
orang bepergian dengan menggunakan unta dan kuda melalui padang pasir
yang tandus dan luas. Oleh karena itu, pengembara akan di kenali dengan
adanya banyak debu di rambut, jenggot dan pakaiannya.
Namun
tidak ditemukan debu pada orang asing ini dan dia bukanlah penduduk
Medinah, lalu siapakah dia? Orang asing ini masuk begitu saja ke dalam
Masjid. Pada saat itu Dar Al Islam sudah menguasai seluruh Arabia, dan
Rasulullah (saw) adalah kepala negara untuk seluruh Arabia. Sehingga
para sahabat lebih mengetatkan keamanan dan keselamatan Rasulullah (saw)
dibandingkan sebelum Islam menguasai Arabia. Orang asing ini kemudian
berlalu melewati kerumunan para sahabat, dan berjalan menuju Rasulullah
(saw) lalu langsung duduk di hadapan beliau, begitu dekatnya sehingga
lututnya bersentuhan dengan lutut Rasulullah (saw). Anehnya, para
sahabat duduk membatu tanpa melakukan apa-apa.
Orang asing
itu kini telah masuk ke dalam zona berbahaya, dimana dia setiap saat
dapat saja mengeluarkan pisau dan membunuh Rasulullah (saw), jika memang
dia berniat untuk itu. Semua orang tidak bisa bergerak, sehingga
suasana di saat itu menjadi tegang dan tidak dapat dilupakan.
Orang
asing itu mulai bertanya kepada Rasulullah (saw), dia bertanya mengenai
Dinul Islam! Siapakah orang ini? Dari mana dia mendapatkan hak untuk
bertanya semacam itu kepada Rasulullah (saw)? Rasulullah (saw) tunduk
kepada orang itu dan menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkannya.
Respon Rasulullah (saw) ini membuat orang menjadi lebih bingung dan
suasana menjadi semakin tegang.
Ketika mendapatkan jawaban
dari Rasulullah (saw) orang itu bereaksi seperti seorang guru atau
atasan yang mengatakan bahwa jawabannya benar. Dan pada akhir jawaban
yang kelima dia langsung berdiri dan tanpa basa-basi meninggalkan tempat
dengan melewati para sahabat seakan mereka itu angin lalu. Tidak ada
satu sahabatpun yang dapat melupakan peristiwa ini. Mereka menanyakan
kepada Rasulullah (saw) mengenai identitas orang asing itu dan Beliau
menjawab bahwa dia adalah Jibril (as) yang menampakkan dirinya sebagai
manusia.
Dia pernah muncul dalam bentuk manusia ketika
bertemu dengan Maryam (as), namun tidak ada orang yang melihatnya
kecuali Maryam (as), dimana ia mengatakan bahwa Maryam (as) akan
mendapatkan seorang putra. Maryam (as) berkata, “Bagaimana mungkin saya
akan mempunyai anak jika tidak ada satu orang laki-lakipun yang pernah
menyentuhku?” Namun pada peristiwa kali ini semua orang dapat
melihatnya. Mengapa Allah SWT melakukan hal ini? Pasti ada alasan yang
kuat mengapa Allah SWT mengirimkan malaikatnya dengan cara yang sangat
dramatis dan tidak dapat dilupakan ini? Pasti ada latar belakang yang
sangat penting terhadap lima pertanyaan dan lima jawaban tadi.
Karena
kedatangannya terjadi pada saat akhir dari masa kehidupan Rasulullah
Muhammad (saw), mungkin ada hubungannya dengan tantangan-tantangan di
dalam kehidupan Muslim di akhir jaman, jamannya Dajjal.
- Pertanyaan pertama! Apa itu Islam?
- Pertanyaan kedua! Apa itu Iman?
- Pertanyaan ketiga! Apa itu Al Ihsan?
- Pertanyaan keempat! Kapan hari kiamat terjadi?
- Pertanyaan kelima! Apa tanda-tanda dari hari kiamat?
Seandainya
pertanyaan pertama ditanyakan ketika Rasulullah (saw) masih berada di
Mekah, sebelum Hijrah, maka jawabannya adalah, ‘Islam adalah pernyataan
atau deklarasi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT, dan Muhammad (saw)
adalah utusanNya.’ Namun pertanyaan nomor satu ini ditanyakan setelah
datangnya wahyu yang memerintahkan Muslim untuk berpuasa di Bulan
Ramadhan; Zakat sebagai pajak wajib setiap Muslim yang dikumpulkan oleh
negara (Dar Al Islam); dan juga ditanyakan setelah ‘pembebasan Mekah’
dan setelah Nabi Muhammad (saw) telah melaksanakan Haji. Oleh karena
itu, maka jawabannya adalah, “Islam adalah deklarasi bahwa tiada Tuhan
selain Allah, SWT, dan Muhammad (saw) adalah utusanNya; melaksanaan
Sholat-[jika saya tidak sholat maka saya bukan Muslim]. Allah SWT
mengatakan di Surah Ali Imran ayat 102:
Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah (takutlah) kepada Allah
sebenar-benar takwa (dan takut) kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali
kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.
Janganlah
mati, kecuali dalam keadaan dan kondisi yang tunduk, taat dan patuh
kepada kekuasaan Allah SWT. Bukan pada kekuasaan negara. Islam adalah
bahwa Muslim ‘wajib’ puasa di Bulan Ramadhan,-[sehingga jika saya masih
punya alasan untuk tidak berpuasa, saya bukanlah Muslim]. Islam adalah
kewajiban mengeluarkan Zakat ketika negara menerapkan dan
melaksanakannya. Negara dimana ‘Amirul Mukminin’ menjadi pemimpinnya!
Negara semacam itu yang mengumpulkan Zakat dan membagikannya. Islam
adalah kewajiban melaksanakan Haji jika memang saya memiliki kemampuan
untuk melakukannya. Dalam rangka memenuhi kemampuan itu maka saya harus
bebas dari hutang dan tidak memiliki kewajiban membayar hutang. Inilah
jawaban pertanyaan nomor satu!
Muslim kini dapat memahami,
bahwa supaya dirinya memiliki legitimasi sebagai Muslim, dia harus
memastikan bahwa kelima hal tadi dapat dipenuhinya. Bahwa untuk dapat
melaksanakan Puasa, Zakat dan Haji, masyarakat Muslim harus membebaskan
suatu wilayah dari hukum selain hukum Allah SWT, dan mendirikan di
wilayah itu, Dar Al Islam, dan menunjuk Amirul Mukminin sebagai pemimpin
mereka.
Selama kondisi ini tidak terpenuhi, maka
legitimasinya sebagai Muslim tidak bisa diterima. Dan wilayah dimana dia
bermukim akan jauh dari berkah dan rahmat, bahwa semua kebaikan yang
dilakukannya belum tentu akan diterima dan dihitung di ‘Hari Pengadilan’
nanti, bahwa kewajiban berjihad (Azan; “haiyya ‘alal falah) ditetapkan
kepadanya dan setiap Muslim lainnya untuk mendirikan Dar Al Islam di
bumi dan membebaskan Mekah dan Kabah dari penguasa selain Kalifatullah,
Amirul Mukminin.
Memang untuk alasan apa lagi Allah SWT menyuruh Ibrahim mendirikan Baitullah di tengah-tengah bola bumi?
Kemudian
Jibril (as) bertanya, ‘Apa itu Iman?’ Rasulullah (saw) menjawab bahwa
Iman adalah bahwa kamu harus memiliki keyakinan. Baik kepada Allah SWT,
RasulNya, KitabNya, MalaikatNya, dan Hari Akhir. Namun di dalam
Al-Qur’an, Allah SWT telah mengajari kita bahwa para penghuni gurun
Arabia, yaitu Suku Beduin Arab, mereka menyatakannya terlalu
tergesa-gesa (Surah 49, Al-Hujarat ayat 14):
Kami Beriman!
Allah SWT, menjawab:
Katakanlah pada mereka, ‘Kalian tidak beriman.’
“Sebaiknya kalian berkata, ‘kami telah masuk Islam!’
‘karena tidak ada Iman di dalam dada kalian’
Sehingga
jawaban pertanyaan pertama terletak di mulut, dan kemudian harus
dilaksanakan dalam kehidupan seorang Muslim. Pertanyaan nomor dua,
jawabannya adalah bahwa Islam yang sudah ada di mulut, harus dan wajib
berpindah dan masuk ke dalam hati, karena disitulah tempat Islam berada.
Apa yang terjadi ketika keyakinan masuk ke dalam hati?
Pertanyaan ketiga, ‘Apa itu Al-Ihsan?’
Rasulullah (saw) menjawab, ‘Ihsan adalah:
An tahbudallaha ka annaka tara
Bahwa kamu harus menyembah Allah SWT: Bahwa kamu hidup untuk Allah SWT, bagaikan kamu melihatNya.
Tapi,
apakah kita dapat melihat Allah SWT? Ketika Musa (as) berada di puncak
Gunung Sinai dia berkata kepada Allah SWT, Al Qur’an, Surah Al Araaf
7:143,
Tunjukkan wajahMu, aku ingin melihatmu (dengan mataku)
Allah SWT menjawab:
Tidak mungkin!Kau tidak akan bisa melihatKu! Tidak dengan mata itu!
Sehingga apa maksudnya adalah, bahwa kamu harus menyembah Allah SWT, bagaikan kamu melihatNya?
Para
sahabat Rasulullah (saw) bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah!
Dapatkah kami melihat Allah SWT pada Hari Akhir nanti, pada Hari Akhir?’
Rasulullah (saw) menjawab, ‘Apakah kamu mempunyai kesulitan ketika
melihat matahari di siang hari bolong?’ Mereka berkata, ‘Tidak, kita
dapat melihat matahari di siang hari.’ Lalu Rasulullah (saw) bertanya,
‘Apakah kalian mempunyai kesulitan melihat bulan ketika bulan purnama?
Mereka menjawab, ‘Tidak!’ Rasulullah (saw) berkata, ‘Begitulah kalian
melihat Allah SWT di Hari Akhir.’ (Hari Akhir=Akhir Jaman, 1 hari
Allah=ribuan tahun manusia)
Allah SWT berkata, ‘Kau tidak
akan dapat melihatKu’ dan Rasulullah (saw) berkata, ‘Kalian dapat
melihat Allah SWT’? Apakah penjelasannya? Sekarang kita dapat memahami
bahwa tidak ada kontradiksi disini. Artinya adalah, ‘Kau tidak dapat
melihatKu dengan mata itu (mata manusia).’
Apakah kita memiliki mata lain selain mata di kepala kita? Al-Qur’an berkata, ‘Ya! Hati dapat melihat.’
Selamat
datang di ‘spiritualitas’. Inilah tujuan mengapa anda menjadi Muslim.
Apakah kita memiliki mata selain mata kepala kita? Apakah kita dapat
mendapatkan ilmu selain dari pengamatan dan observasi eksternal?
Universitas di seluruh dunia mengatakan, ‘Tidak! Pengamatan eksternal
adalah satu-satunya cara dalam mendapatkan ilmu (berlogika).’ Harvard,
Princeton, Yale, MIT, Oxford sepakat dalam hal ini. Apakah mata di
kepala kita ini adalah satu-satunya mata untuk melihat dunia? Apakah
kuping di kepala kita adalah satu-satunya telinga untuk mendengar suara
dunia? Al Qur’an mengatakan, ‘Tidak!’ dan Al Qur’an memberikan kita
epistimologi yang berbeda dari apa yang menjadi keyakinan masyarakat tak
ber-Tuhan di luar sana, yang menutupi logika mereka dengan mantel yang
disebut ‘sekulerisme’. Di Surah Al Hajj Allah SWT menyatakan sebagian
besar manusia telah mati hatinya (zombie: mayat berjalan) atau telah
mati spiritualitasnya (tidak memiliki spiritualitas). Allah SWT, berkata
kepada mereka, Al Qur’an, Al Hajj 22:46:
Tidakkah mereka melakukan perjalanan (memahami apa yang terjadi) di muka bumi?
Sehingga dengan melakukan hal itu hati mereka yang sudah mati dapat hidup kembali
Sekarang
dengan hati yang hidup mereka akan dapat mengerti apa yang para intelek
tidak mengerti! Apa yang tidak dapat dipahami oleh rasionalitas! Apa
yang tidak bisa ditangkap oleh pengawasan dan pemahaman eksternal.
Ketika hati hidup kembali, hati dapat melihat apa yang tidak dapat dilihat sebelumnya
Kita akan menuju kepada Hadist Rasulullah (saw) sebelum kembali ke ayat tadi,
Yahudi
telah tinggal diantara Muslim selama 1300 tahun ketika tidak ada orang
lain di dunia ini yang mau menerima mereka. Di Inggris mereka dilarang
hidup. Mereka dipersekusi (dikejar-kejar untuk dibunuh) di seluruh
dunia. Dunia Islam membuka pintu untuk mereka, dan mereka hidup diantara
kita, dengan jaminan keamanan bagi harta benda dan nyawa mereka. Kita
mengenali hukum agama mereka, dan kita membantu mereka menegakkan hukum
mereka. Ini yang kita lakukan selama 1300 tahun. Setelah semua ini
berlalu, kemudian Rasulullah (saw) berkata di sebuah Hadist, terdapat di
dalam Sahih Bukhari, dan juga Sahih Muslim, dan merupakan mutafaqun
alai, sehingga merupakan Hadist yang kuat [1].
Rasulullah (saw) mengatakan: ‘Kamu
pasti akan memerangi Yahudi, dan pasti akan membunuh mereka (kamu akan
berhasil dalam perang ini). Pada saat itu batu akan berbicara. ‘Wahai
Muslim! Ada Yahudi bersembunyi di belakangku, datang dan bunuhlah dia!’
Ketika
batu mulai berbicara, dengan telinga yang mana kita dapat mendengarkan
batu bicara? Apakah inilah saat pertama terjadi batu yang dapat
berbicara? Tidak! Batu sudah bicara saat Rasulullah (saw) hidup. Mereka
(batu) mengatakan salam kepadanya.[2] Dan jika kita ada pada saat itu
apakah kita dapat mendengarnya? Tidak! Rasulullah (saw) tidaklah
mendengar dengan telinga yang berada di kepalanya. Saat hati mulai
hidup, adalah saat iman ada di dalamnya dan tunduk dan patuh pada
kekuasaan Allah SWT yang Tertinggi, tidak tunduk dan patuh pada
kekuasaan negara yang tertinggi, pada saat itulah hati dapat mendengar.
Sehingga kita mengetahui bahwa batu telah bicara saat ini juga. Prediksi
Nabi Muhammad (saw) sedang dipenuhi di depan mata kita. Batu-batu di
Tanah Suci sudah berbicara (intifadha). Ketika batu telah bicara maka
tidak ada satu orangpun yang dapat membuatnya berhenti bicara. Dan
nanti, pada akhirnya sebuah balatentara Muslim akan menghancurkan negara
Israel; inilah arti dari pernyataan Rasulullah (saw). Sekarang kita
kembali ke Surah Hajj, 22:46.
Tidakkah mereka melakukan perjalanan (memahami apa yang terjadi) di muka bumi?
Sehingga dengan melakukan hal itu hati mereka yang sudah mati dapat hidup kembali
Sehingga
setelah hati mulai hidup, hati akan mengerti apa yang para intelektual,
rasionalitas dan pengamatan eksternal (pengamatan ilmiah) tidak dapat
mengerti. Dengan hidupnya hati, mereka dapat mendengar apa-apa yang
tadinya tidak dapat didengar.
Sesungguhnya, bukanlah matanya yang buta
Yang buta adalah hatinya, yang ada di dadanya.
Inilah
spiritualitas Islam. Dan sayangnya, sudah dilabeli dengan pengertian
baru, oleh seseorang, di suatu tempat, di masa yang lalu. Pengertian
baru itu adalah Tasawwuf. Saya sangat berharap pengertian baru ini tidak
pernah terjadi. Hidup dan tugas saya akan lebih mudah, karena Tasawwuf
dan Al Ihsan memiliki penjabaran yang sama. Allah SWT sendiri yang
mengemukakannya kepada kita, Al Ihsan, dan seharusnya kita menggunakan
pengertian yang diberikan Allah SWT, yang mengatakannya di dalam Al
Qur’an, Surah Al Ankabuut, 29:69
Dan bagi mereka yang bertawakkal dan berusaha keras (fi’na) untuk mencapaiKu
Kami akan memandu mereka melalui jalan-jalan dimana mereka akan mencapai Allah SWT
Sesungguhnya Allah SWT bersama mereka yang berusaha keras menjadi Al Ihsan
Sehingga definisi Al Ihsan adalah:
Bahwa kamu menyembah (tunduk dan patuh) kepada Allah SWT, seakan-akan kamu melihatNya dengan mata internalmu.
Ini
adalah sebuah peringatan, bahwa anda tidak akan mengerti dan memahami
Al Qur’an dan Akhir Jaman jika anda tidak dapat melihat dengan hati
anda. Anda tidak akan mengerti dan memahami serangan-serangan yang
dilakukan Dajjal. Apa yang Allah SWT katakan terhadap orang-orang yang
buta internalnya? Dia memiliki jenggot yang panjang, melakukan shalat
tepat waktu, dan tidak pernah main curang dengan istrinya, namun
internal buta. Apa yang Allah SWT katakan terhadap orang seperti ini?
Allah SWT mengatakannya di dalam Al Qur’an Surah Al Hajj 7:179,
Kami jadikan mayoritas manusia dan jin menjadi penghuni Neraka:
Mayoritas manusia dan jin akan dimasukkan ke dalam api neraka, karena mereka tidak berhasil melewati ujian di Akhir Jaman.
Mengapa mereka dimasukkan ke api neraka?
Mereka punya mata namun tak melihat. Mereka punya telinga namun tak mendengar. Mereka punya hati namun tak memahami
Mereka
adalah orang-orang yang internal (hati)nya buta dan kurang dari
mobilisasi spiritual. Apa yang Allah SWT katakan mengenai mereka?
Mereka itu binatang ternak!
Tidak! Mereka bahkan lebih buruk lagi. Mereka lebih tersesat daripada binatang ternak
Mereka benar-benar lalai terhadap Allah SWT.
Untuk
tujuan apa kita membutuhkan pandangan internal, sebuah kemampuan untuk
mendengar dan memahami? Dalam kata lain, mengapa kita membutuhkan
spiritualisme? Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, saya akan
menceritakan anda cerita yang lain.
Anda masih ingat Musa
(as)? Setelah menyeberangi Laut Merah, Musa (as) dan Banu Israel kini
telah berada di Gurun Sinai. Karena belum menetap mereka tidak dapat
membangun Masjid sehingga mereka menggunakan tenda yang disebut
Tabernakel (Tempat Ibadah Portabel). Musa (as) melakukan Khutbah di
Tabernakel itu. Sebuah ceramah yang mengesankan. Seseorang datang
kepadanya dan mengatakan, ‘Khutbahmu bagus sekali Musa, engkau pasti
orang yang paling pintar di dunia!’ Seharusnya Musa (as) menjawab,
‘Alhamdulillah (segala pujian hanyalah kepada Allah SWT!) Seharusnya
Musa (as) mengatakan, ‘Pengetahuanku ini dari Allah SWT! Seharusnya dia
mengatakan apa yang ada di Surah Yusuf 12:76,
Diatas orang-orang yang terpelajar, ada Satu yang paling terpelajar.
Dia
seharusnya mengenal Allah SWT sebagai sumber dari segala ilmu. Namun
dia mengatakannya. Universitas Harvard, Yale, Princeton dan universitas
lokal di tempat anda tidak mengenal Allah sebagai sumber ilmu. [Untuk
memberikan pelajaran kepada kita] Musa (as) berkata, ‘Ya! Saya memang
orang paling pintar di dunia ini.’ Musa (as) mengatakan apa yang
dikatakan dari oleh semua lulusan S3, ‘Ya! Saya memang orang paling
pintar di dunia.’
Ketika anda melakukan hal ini, anda
mensekulerisasi ilmu pengetahuan dan pendidikan. Anda mengeluarkan Allah
SWT, dari proses pembelajaran dan pemahaman. Ketika anda melakukan itu
dan tidak mengenali Allah SWT, sebagai sumber dari segala ilmu, Allah
SWT, menutup pandangan interrnal anda. Sehingga Musa (as) untuk
sementara waktu menjadi buta internal, dan Allah SWT, mengatakan
kepadanya, ‘Ada hambaku yang benama Khidr yang lebih pintar dari kamu
Musa!’ Musa (as) menjawab, ‘Aku ingin bertemu dengannya.’
Jawaban
Allah SWT ada di Surah Al Kahfi. Allah SWT, memberikan Musa (as) arahan
untuk berjalan ke arah dimana dua lautan bertemu atau Majmaul Bahrain
dan dia akan menemukan Khidr (as). Imam Badawi, ahli tafsir Al Qur’an
menterjemahkannya dengan benar, dia mengatakan bahwa dua lautan yang
bertemu adalah lautan ilmu yang didapat secara internal atau pandangan
intuisi spiritual dan lautan ilmu yang didapat secara eksternal atau
pengamatan eksternal/pengamatan ilmiah. Ketika kedua lautan ini bertemu
menjadi satu di dalam seorang manusia, seperti di dalam diri guru saya,
Maulana Fazlur Rahman Anshari (ra)[keturunan dari sahabat Rasulullah
(saw), Al Anshari yang rumahnya di Medinah menjadi tempat tinggal
Rasulullah (saw)] dan juga berada di dalam dirinya guru dari guru saya
yaitu Maulana Abdul Alim Siddik (ra)[keturunan dari Abu Bakar Siddik
(ra)], maka anda akan mendapatkan orang yang terpelajar. Maulana Abdul
Alim Siddik (ra) adalah murid dari Maulana Jalaludin Rumi (ra). Mereka
adalah satu-satunya orang yang dapat membaca tanda-tanda dari Allah SWT
di Akhir Jaman. Lulusan Harvard tidak dapat memahaminya, oleh karena
itu, inilah fungsi dari spiritualisme.
Pertanyaan keempat:
Kapan jam terakhir (Kiamat) tiba? Rasulullah (saw) menjawab, ‘Orang
yang ditanya tidak memiliki pengetahuan mengenai hal ini sama seperti
orang orang yang menanyakannya.’ Ini berarti bahwa hal ini bukanlah hal
yang harus kita perhatikan karena hanya Allah SWT lah yang
mengetahuinya. Ini juga berarti bahwa, mereka yang tidak beriman akan
menanggapi hal ini dengan berbeda daripada mereka-mereka yang beriman.
Orang-orang yang beriman selalu beranggapan bahwa kiamat itu dekat,
sedangkan yang tidak beriman selalu beranggapan bahwa kiamat itu jauh.
Sehingga ada psikologi religius di dalam pertanyaan ini, sebuah
psikologi religius yang sangat penting. Mindset dan tingkah laku
mereka-mereka yang beriman berbeda dengan mereka-mereka yang tidak
beriman.
Sekarang kita masuk ke pertanyaan yang kelima.
Apa tanda-tanda dari Hari Akhir (Akhir Jaman)? Jawaban pertanyaan ini
ada di awal artikel ini. Semua jawaban mengenai hal ini memiliki
hubungan dengan Dajjal, sehingga kunjungan Jibril (as), memberikan kita
(Muslim) pesan yang sangat penting, bahwa anda tidak akan memahami
Dajjal-Mesiah Palsu; bahwa anda tidak akan dapat memahami dunia di
jamannya Dajjal-Mesiah Palsu, kecuali dan sampai anda diberkati untuk
memiliki penglihatan spiritual. Rasulullah (saw) memberikan dua jawaban;
dua tanda dari akhir jaman. Beliau berkata bahwa anda akan menyaksikan
penggembala kambing yang telanjang dan bertelanjang kaki [ini berarti
orang-orang intelektual yang memiliki pemikiran seperti penggembala
kambing yang telanjang dan bertelanjang kaki] berlomba-lomba mendirikan
gedung-gedung tinggi – dalam artian orang-orang pintar dan intelektual
yang memiliki pemikiran seperti penggembala kambing yang miskin, dimana
mereka mengukur keberhasilan dengan ketinggian gedung yang bisa mereka
bangun. Seorang tidak memerlukan kepintaran untuk mengetahui bahwa
kemajuan itu tidak diukur dengan banyaknya gedung-gedung tinggi yang
menghiasi horizon.
(Al Qur’an, Al Hujarat 49:13):
Yang
terbaik dari kalian, yang paling mulia diantara kalian, di dalam
pandangan Allah SWT, adalah dia yang di dalam hatinya memiliki rasa
takut yang paling besar terhadap Allah SWT.
Mungkin
ada sekelompok orang yang hidup di rumah-rumah bambu, namun di dalam
hati mereka, mereka memiliki rasa takut kepada Allah, kalian, dan
teman-teman kalian, yang tinggal di atas gedung-gedung tertinggi di
dunia ini, yang menganggap diri kalian maju dan mereka terbelakang,
namun kalian tidak memiliki rasa takut kepada Allah SWT di dalam hati
kalian, menurut penggaris/ukuran yang digunakan oleh Al-Qur’an, mereka
yang tinggal di rumah bambu itu lebih mulia daripada kalian.
Penyalahgunaan prinsip-prinsip ekonomi juga terlibat dalam hal ini. Saat
kalian membangun proyek gedung pencakar langit ini, mereka yang bekerja
untuk kalian, dibayar dengan gaji UMR dan bahkan kurang dari UMR. Apa
itu gaji minimum? Gaji minimum adalah bungkus daun pisang yang menutupi
perbudakan ekonomi yang datang bersama Riba. Pasar di dalam Islam
adalah pasar yang bebas dan adil. Tidak ada harga tetap di dalam
pasarnya Muhammad (saw)!
Seorang laki-laki (Yahudi) datang
kepada Rasulullah (saw) dan berkata, ‘Wahai utusan Allah, harga-harga
melambung tinggi, turunkan harga (tetapkanlah kebijakan pengendalian
harga)!’ Rasulullah (saw) menjawab, ‘Tidak!’ Orang itu pergi dan
kemudian datang lagi, sampai tiga kali, dan Rasulullah (saw) tetap
menjawab, ‘Tidak!’ dan pada kesempatan ketiga beliau menambahkan, ‘Kita
bisa berdoa kepada Allah SWT, untuk mengatur (keadaan alam) supaya
ketersediaan komoditas meningkat sehingga harga bisa turun.’
Kebijakan
pengendalian harga saat ini diterapkan di seluruh dunia untuk komoditas
primer dan gaji buruh, sehingga buruh dapat dikenakan gaji minimum.
Gaji minimum yang mereka dapat di desain agar mereka tidak bisa
mencukupi kebutuhan primer keluarga mereka, padahal kebutuhan itu Allah
SWT ciptakan dengan melimpah. Jawaban yang selalu kita dengar adalah,
‘Kita tidak bisa membayar lebih, kita tidak memiliki uangnya!’ Kalian
memiliki uang untuk membuat gedung pencakar langit namun kalian tidak
memiliki uang untuk membayar gaji buruh yang adil dengan cara
menghapuskan semua kebijakan harga tetap dan menjaga pasar yang bebas
dan adil beroperasi. Ketika pasar yang adil dan bebas berjalan, dan gaji
buruh turun dengan drastis, maka para buruh atau budak-budak ini dapat
melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bahwa ini adalah perbudakan,
dan mereka akan beramai-ramai menjatuhkan sistem eksploitatif ini. Ini
adalah tanda pertama yang berhubungan dengan Riba.
Tanda
yang kedua: ‘Kalian akan melihat pembantu wanita melahirkan anak bagi
(menggantikan) majikannya, karena majikan wanitanya tidak dapat
melahirkan anak.’ Bagaimana bisa pembantu wanita melahirkan anak bagi
majikan wanitanya? Dalam memahami hal ini anda harus memiliki pandangan
eksternal yang dipadukan dengan pandangan internal. Bayangkan seluruh
umat manusia di bumi ini berada di sebuah kapal pesiar. Karena Riba,
minoritas dari umat manusia berada di atas dengan tiket kelas satu yang
‘permanen’ (bagi mereka dan seluruh keturunannya). Inilah yang dilakukan
Riba (suatu cara dalam mendesain ekonomi sedemikian sehingga bangsawan
dan aristokrat dapat hidup nyaman, kaya dan nikmat secara kekal, abadi
dan selamanya-Riba adalah transaksi yang tidak bisa rugi atau untung
terus, selamanya). Ketika ekonomi dijalankan dengan Riba, yang kaya akan
kaya permanen kaya dan yang miskin akan permanen miskin dalam penjara
kemiskinan. Kekayaan tidak lagi berputar di dalam roda ekonomi. Itulah
dunia hari ini dengan ekonomi kapitalisnya. Yang kaya kini permanen kaya
dan semakin kaya, dan yang miskin kini permanen miskin dan semakin
miskin dan sengsara, jumlah mereka terus bertambah secara eksponensial.
Inilah Riba.
Salah satu bentuk riba adalah simpan
pinjam dengan bunga. Allah SWT mengharamkannya. Rasulullah (saw)
mengutuk empat orang yang terlibat dalam riba dan keempatnya sama besar
dosanya. Mereka yang memakan Riba – simpan uang, dan dapat bunga. Mereka
yang termakan Riba – pinjam uang dengan bunga untuk beli mobil, beli
rumah, kuliah atau naik Haji. Mereka yang mencatat transaksi itu dan dua
orang saksi.
Kembali ke
kapal pesiar tadi, semua manusia ada di kapal itu, dan 10 sampai 15%
minoritas berada di kelas satu dengan kenyamanan tak terhingga, seperti
berada di surga saja, air minum jernih dan dingin, perawatan kesehatan
termahal. ‘Jika kita tidak membawanya ke rumah sakit, dia pasti mati!’
Begitulah kira-kira perawatan kesehatan di Akhir Jaman. Sedangkan
mayoritas manusia lainnya berada di bawah geladak, menderita dan
sengsara, hidup bersama tikus-tikus, meminum air kotor (air kemasan
adalah air kotor yang di daur ulang), makan makanan berkimia dari
benih-benih rekayasa ilmiah, minum susu dan makan daging berhormon dari
hewan ternak berhormon. Sehingga wanita ini berada disini, di bawah
geladak, dari segala macam penilaian yang ada, dia adalah pembantu atau
budak wanita. Inilah wanita yang dimaksud oleh Rasulullah (saw). Ibu
saya, saudara perempuan saya, dan anak saya ada di bawah geladak itu,
karena inilah jaman Riba.
Budak wanita ini berada di bawah
geladak, dan di atas, di bagian kelas satu ada hal aneh yang menimpa
wanita yang berada disana. Sebuah filosofi feminisme baru telah merasuki
dan menguasai mereka. Allah SWT mengajari kita dalam Surah Al Lail
92:1-3 , Allah SWT, berkata:
Allah bersumpah demi malam dan yang apa-apa yang menyelimutinya dengan misterius dan begitu indah.
Allah bersumpah demi siang hari dengan kekuatan cahayanya yang besar
Dengan perumpamaan yang sama, Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan seperti Dia menciptakan malam dan siang
Siang
memiliki fungsinya sendiri dan malam juga memiliki fungsinya sendiri.
Daya tarik (chemistry) antara siang dan malam akan terjadi jika siang
dan malam menjalankan fungsi dan peranan mereka yang berbeda satu sama
lain. Sebuah daya tarik menarik yang sangat kuat! Ketika siang mendekati
malam anda akan melihat daya tarik itu pada warna langit saat matahari
terbenam. Matahari bergerak menggelinding ke dalam pelukan malam.
Seakan-akan
tidak sabar dan berlari kencang mengejar malam. Dan ketika waktu telah
habis bagi siang yang telah melewati malam hari bersama malam (matahari
berada di balik bumi), maka siang kemudian meninggalkan malam pada
peristiwa matahari terbit dimana siang mengucapkan selamat tinggal
kepada malam. Lihatkah ke angkasa, anda akan menemukan bahwa malam tidak
mau ditinggalkan siang, malam menahan siang dan perlahan-lahan siangpun
pergi. Sebuah daya tarik yang sangat kuat sekali antara pria dan wanita
ketika siang tetap menjadi siang dan malam tetap menjadi malam. Ketika
siang melakukan fungsinya sebagai siang dan malam melakukan fungsi
sebagai malam, dan jika anda masih belum dapat memahaminya, Allah SWT,
menjelaskannya pada ayat selanjutnya.
Kalian memiliki fungsi yang berbeda
Jika
anda bermain-main dengan perbedaan fungsi ini, maka anda akan
mendapatkan malapetaka. Jamannya Dajjal adalah jaman dimana mereka yang
terakhir dapat keluar dari tipuan Dajjal (ilusi) adalah wanita,
sedemikian sehingga pria harus mengikat istrinya, saudara wanitanya, dan
anak wanitanya di rumah agar tidak terkena cuci otak Dajjal. Memang apa
inti dari Revolusi Feminisme atau isu Persamaan Gender? Supaya wanita
tidak dibatasi dalam mengambil alih peranan dan fungsi pria, bahwa
wanita memiliki kebebasan untuk memiliki peranan dan fungsi dari pria.
Sehingga
kini wanita melakukan apa-apa yang dilakukan pria, melakukan fungsi dan
peranan yang diciptakan untuk pria di angkatan darat, laut, udara, di
perkantoran, dan juga di jalan-jalan sebagai buruh kasar. Apa yang
terjadi ketika malam hendak menjadi pagi? Yang pertama, wanita bekerja
full time di luar rumah. Tidak selalu di dalam kantor yang kondusif
dengan perkawinan. Ketika anda pergi kerja, anda berpakaian menarik dan
berdandan agar anda menarik dan dihargai. Ada pria yang memiliki mata
yang takut kepada Allah SWT, namun ada juga sebagian dari mereka yang
menjadi buaya. Sehingga istri anda digigit buaya di kantor atau anda
yang menjadi buaya di kantor dan perceraian menyusul kemudian.
Hati
pria dan wanita terluka dan tersakiti saat perceraian terjadi, namun
yang menjadi korban utama dalam perceraian adalah anak-anak, hatinya
sakit dan hidupnya juga sakit! Jutaan anak-anak Amerika dan Eropa
menjadi korban perceraian dan jumlahnya selalu meningkat. Apa yang
terjadi dengan anak-anak ini. Mereka tumbuh dan berkembang dengan
perilaku yang menjunjung kekerasan sebagai ekspresi apa yang terjadi di
dalam hati mereka.
Sehingga anda akan menemukan senjata
tajam di sekolah (tawuran dan perploncoan), mereka menggunakan narkoba
untuk mengobati rasa sakit yang terlalu berat untuk mereka rasakan.
Mereka mengkonsumsi narkoba, dan ketika mereka memasuki masa puber,
mereka mencari cinta yang tidak mereka temukan di rumah kepada teman
dekatnya. Gadis 14 tahun melakukan dua kali aborsi dan mereka sebut itu
kemajuan.
Kembali ke subjek kita, anda akan memahami
bagaimana budak wanita melahirkan anak bagi majikan wanitanya. Ketika
malam hendak menjadi siang, wanita mengambil alih peranan dan fungsi
pria dan mulai berpakaian seperti pria. Dia harus berperilaku seperti
pria di kantor, seperti menaikkan volume suaranya, berjalan tegap dan
gagah, dan dalam prosesnya dia menghancurkan sifat feminismenya sendiri.
Allah SWT, menerangkan feminisme di dalam Al Qur’an. Musa (as) berada
di sumur bersama dua orang gadis di Gurun Sinai ketika dia lari dari
Mesir karena membunuh prajurit Mesir. Dua orang gadis itu mengambil air
di sumur itu dan setelah pulang ayah mereka mengutus salah satu dari
mereka untuk mengundang Musa (as) datang ke rumah mereka untuk makan
bersama. Allah SWT, menjelaskan bagaimana dia enggan dan sungkan, dan
tersipu malu ketika bertemu Musa (as). Gadis ini yang benar-benar sebuah
malam yang asli, berjalan menunduk melihat ke tanah dan mengumpulkan
segala kekuatan karena hendak bertemu seorang pria. Persamaan gender
menghilangkan sifat feminim wanita, menghilangkan rasa sungkan dan malu,
menghilangkan perasaan menjaga kehormatan dan tingkah laku.
Apa
yang terjadi ketika wanita kehilangan sifat feminimnya? Apa yang
terjadi ketika siang tidak tertarik kepada malam? Bukan apa yang akan
terjadi tetapi apa yang sudah terjadi saat ini? Siang tidak lagi menikah
dengan malam, sehingga homoseksual dan lesbian adalah produk dari
Persamaan Gender. Kita kembali lagi kepada subjek kita.
Pembantu
wanita dipinjam rahimnya untuk melahirkan bayi majikan wanitanya!
Pembantu wanita di bawah dek kapal dan majikan wanita, yang sudah
termakan Persamaan Gender di atas dek kapal di kabin kelas satu. Ketika
malam berusaha untuk menjadi siang, maka malam menjadi tidak malam pada
kenyataannya. Sehingga wanita tidak hanya kehilangan sifat feminimnya
namun juga kehilangan kesuburannya. Sehingga dia tidak dapat melahirkan
anak. Ketika Persamaan Gender sudah mengakar, tingkat kelahiran menurun
drastis (depopulasi). Sehingga pasangan suami istri yang berkarir datang
ke klinik kesuburan untuk mendapatkan keturunan, karena sang istri
telah kehilangan kesuburannya. Menurunnya populasi manusia terjadi tidak
hanya karena Persamaan Gender, alasan lainnya adalah karena pencemaran
lingkungan. Pencemaran lingkungan berdampak pada pria. Mengapa pria
kehilangan rambut dan akhirnya botak? Badan wanita lebih rapuh terhadap
pencemaran lingkungan dan polusi, sehingga dampaknya lebih banyak kepada
wanita ketimbang kepada pria.
Rasulullah (saw) juga
menyebutkan salah satu tanda dari akhir jaman adalah bahwa seorang pria
akan menafkahi 50 wanita. Beliau tidak mengatakan bahwa seorang pria
akan menikahi 50 wanita. Apakah ada perubahan misterius pada sperma
pria? Sehingga jumlah kelahiran bayi laki-laki menurun seiring
dikonsumsinya makanan rekayasa genetik (makanan produk dari pabrik) dan
banyaknya pencemaran lingkungan sampai nanti akhirnya seorang pria akan
menafkahi 50 wanita?
Wanita kaya ini bepergian dengan
tiket kelas satu namun dia tidak bisa mengandung sedangkan wanita dengan
tiket ekonomi yang berada di bawah dek tidak bisa mengikuti arus
Persamaan Gender karena dia terlalu miskin untuk mendapatkan pendidikan
tinggi sehingga rahim dia masih subur. Rahimnya kini disewakan dan
menjadi pabrik dimana sperma dan ovum pasangan yang menyewanya melalui
klinik kesuburan dapat dimasukkan ke dalam rahimnya. Budak wanita ini
mengandung anak kelas satu di rahimnya dan selama 9 bulan dia akan
diperlakukan seperti putri raja, makan makanan organik kelas satu dan
meminum air murni yang bebas kimia, dan tidur di hotel bintang lima.
Rasulullah (saw), menjawab pertanyaan Jibril (as) 1400 tahun yang lalu
bahwa anak kelas satu dilahirkan oleh ibu kelas ekonomi. Inilah arti
dari budak wanita yang melahirkan anak majikannya.
Dajjal adalah
dalang dari ekonomi Riba, Revolusi Feminisme atau Persamaan Gender dan
pencemaran lingkungan. Kelima pertanyaan tadi mengajak kita untuk
menjadi Muslim sebenarnya atau ‘full time Muslim’ dengan penuh ikhlas
dan tawakkal.
Hati kini dapat melihat. Pengamatan dari
Sistem Moneter Internasional dengan menggunakan penglihatan spiritual
(internal) dan digabungkan dengan penglihatan eksternal (ilmu
pengetahuan) akan memberitahukan anda, bahwa anda sekarang hidup di
akhir jaman. Fungsi spiritualisme adalah bukan untuk dapat melakukan
perjalanan metafisika ke dunia lain, atau mengharapkan kekayaan instan
di dunia ini, maupun melakukan mukjizat dan hal-hal supranatural
lainnya. Tujuan dari spiritualisme adalah memberikan Muslim kemampuan
melihat tanda-tanda Allah SWT, di akhir jaman.
Fa illam takun tara
Dan jika kamu tidak dapat melihat Allah
fa innahu yara
Sudah pasti Allah melihatmu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar