- Dilarang menarik kesimpulan suatu subjek hanya dengan mengandalkan satu ayat secara mandiri. Melainkan seluruh ayat-ayat dengan subjek sama dikumpulkan dan kemudian dicari sistem maknanya lalu benang merahnya. Baru kemudian membuat kesimpulan.
- Suka tidak suka, nyaman tidak nyaman, bila itu adalah ketetapan al-Quran maka wajib dan harus tunduk kepadaNya. Pemahaman akan datang dengan sendirinya. Berbarengan dengan implementasinya. Tidak ada argumen yang berhak diajukan kepada al-Quran dalam rangka untuk menganulirNya.
- Al-Quran menjadi hakim segala hal. Tidak ada argumen dari sumber lain yang dapat menganulir ketetapan Quran. Hadist misalnya.
- Ketika Quran sudah menerangkan satu hal, maka tidak perlu mencari hal itu di Hadist, lalu Taurat dan Injil. Jika keterangan itu tidak terdapat di Quran maka tahap selanjutnya adalah mencarinya di Hadist, lalu di Injil, dan terakhir di Taurat.
- Segala macam keterangan Hadist, Injil, dan Taurat yang berkontradiksi dengan Quran adalah kesesatan yang berasal dari korupsi teks tangan manusia di kitab-kitab tersebut, Hal ini juga mengikat sumber-sumber yang lain. Ilmu dan pengetahuan lain.
- Tafsir atau terjemahan dan Takwil atau penerawangan [insight inquiry] adalah hal yang berbeda. Ada ayat yang jelas dan terang, ada juga ayat yang memerlukan Takwil. Yang dimaksud penerawangan disini adalah penyatuan konsep dengan kebenaran yang telah terjadi di bidang lain, seperti sejarah, politik, ekonomi, dll.
- Al-Quran mengatakan orang-orang yang dapat melakukan takwil adalah orang-orang yang ahli dalam banyak ilmu pengetahuan dan tunduk pada al-Quran dan apa yang telah diajarkan Muhammad [saw]. Tidak ada Takwil yang terkunci, yakni hanya Allah [swt] dan Muhammad [saw] saja yang mengetahuinya.
- Ada semacam kunci yang menghalangi al-Quran untuk dapat dimengerti oleh orang-orang yang melihat dengan satu mata. Yaitu moralitas dan keimanan pembacanya.
- Allah mengetahui mana orang yang mendekati dan menghormati al-Quran dan mana yang tidak?
- Al-Quran adalah presentasi atau paparan mengenai segala hal dan sesuatu, sehingga tidak hanya diperuntukkan untuk golongan tertentu saja, yakni yang berhak mengartikannya. Namun semua manusia, apapun agama mereka, bagaimanapun tingkat wawasannya, mereka dapat memahamiNya dengan ijinNya. Orang bodoh sekalipun dapat mengartikannya dengan mudah jika dia memenuhi syarat-syaratnya.
- Al-Quran selalu mengajak untuk melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang besar. Dengan begitu bagian kecil dari puzzle dapat dengan mudah dipahami secara mandiri.
Silahkan untuk mengambil metodologi lain selain yang kami gunakan, namun kami mohon untuk tidak kembali kepada kami untuk menjelaskan apa-apa yang kalian tidak ketahui. Karena kami tidak akan mampu menjelaskan apa-apa yang secara permanen kalian tidak akan bisa memahaminya.
Tirai yang Menghalangi Mata Pembaca Al-Quran
Adalah tembok yang tak terlihat, yaitu, cara berfikir manusia dan konsepsi mengenai apa itu manusia? Tembok ini dibuat oleh gerakan enlightment atau gerakan renaissance, yang diprakarsai oleh Kota Venice [ "ELIT" Yahudi Eropa]. Apa yang disebut sebagai materialisme, yaitu bahwa tidak adanya realitas di dunia ini kecuali realitas material/fisik. Dan fakta bahwa semenjak kemengangan gerakan pencerahan itu, manusia telah diajarkan untuk berfikir seperti itu semenjak mereka kecil. Demikian pula tentang konsepsi apa itu manusia? Rancang bangun sosial telah dilaksanakan secara terus menerus semenjak saat itu hingga sekarang.
Tirai ini hanya bisa dihancurkan dengan memformat ulang jalan dan bagaimana pikiran manusia bekerja. Jalan itu yang disebut al-Ihsan, yakni fikir dan zikir secara bersamaan, dengan implementasi melepaskan diri atau mengucilkan diri secara terus-menerus dari segala macam hubungan dengan peradaban manusia atau Tazkiyah.
"Kesadaran logika, gagal melihat keberagaman sebagai realitas [kebenaran] yang harmonis, hal ini karena mereka hanya punya satu cara, yaitu menarik kesimpulan dan konsepsi berdasarkan dari hal-hal yang penampilannya sama." -Muhammad Iqbal di repisi oleh angkoso nugroho
Tidak ada komentar:
Posting Komentar