"...fa idzaa anzalnaa 'alaihal maa'ahtazzat RABAT wa ambalat min kulli zaujim bahijiin.."
( akhir ayat 5 surah 22 )
" ..maka apabila telah kami turunkan air hujan di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan yang indah "
RABAT artinya bertambah dan menjadi tinggi dengan sendirinya..
tumbuhan tumbuh dan menjadi tinggi.
inilah makna RABAT....
" yamhaqullahar riba wa yurbish shadaqati..." ( 2:276 )
" Allah memusnahkan riba dan menumbuhkan
shadaqah...
RABAT - RIBA ... tumbuh makin besar dan tinggi dengan sendiri nya..
shadaqah...
RABAT - RIBA ... tumbuh makin besar dan tinggi dengan sendiri nya..
RIBA adalah tambahan.
" ..ahallallaahul bai'a wa harramar ribaa..." ( 2:275 )
" ..Allah menghalalkan jual beli dan mengaramkan riba.."
keuntungan/profit dalam jual beli adalah tambahan, tapi Allah menghalalkan.
Riba adalah tambahan dari jual beli, tapi Allah mengharamkan.
semua jual beli pasti ada tambahan, ada yang dihalalkan tapi ada tambahan yang di haramkan.
Jual beli adalah ridho antu ridho, penjual dan pembeli sama-sama ridho
Dalam riba, pasti tidak ada keridhoan dari pembeli/user/client/nasabah...
so,transaksi yang diawali dengan tidak ridho nya salah satu pihak, adalah pintu masuk nya RIBA..
Menurut Hadits Riwayat Bukhori dan Ibnu Abbas berkata bahwa ayat yang terakhir diturunkan Allah [SWT] Kepada Nabi Muhammad [SAW] adalah ayat tentang Riba.
Yang dimaksud dengannya ialah firman Allah [SWT] yang berbunyi , Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kamu kepada Alloh dan tinggalkanlah Riba.”
Menurut Hadits Riwayat Bukhori dan Ibnu Abbas berkata bahwa ayat yang terakhir diturunkan Allah [SWT] Kepada Nabi Muhammad [SAW] adalah ayat tentang Riba.
Yang dimaksud dengannya ialah firman Allah [SWT] yang berbunyi , Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kamu kepada Alloh dan tinggalkanlah Riba.”
(QS Al-Baqarah : 278)
Ayat ini menunjukkan bahwa riba sudah ada sejak dahulu , dimana uang yang digunakan masih berupa “Dinar” dan “Dirham” (uang kertas belum ada...red).
Dan Bilal [r.a] melakukan riba tidak dengan menggunakan uang yang berbentuk dinar atau dirham.
Abu Said Al-Khudri mengatakan bahwa Bilal membawakan Rosulullah (S.A.W) kurma barni dan ketika Rosulullah (S.A.W) bertanya bagaimana Bilal mendapatkan kurma itu , Bilal menjawab : “saya memiliki kurma berkualitas rendah lalu saya menukarkan 2 sa’s kurma itu dengan 1 sa’s kurma barni (kualitas bagus) ini”, Rosulullah (S.A.W) membalas , “Bilal ini adalah inti dari riba , jangan melakukannya , namun jika kamu ingin melakukannya (dengan cara yang benar dan tidak riba) , jual dahulu kurma yang kualitas rendah itu dan dengan uang penjualan itu , belilah kurma barni itu”.
(H.R. Bukhari dan Muslim)
Dan Riba bisa diatasi hanya dengan “SEDEKAH”. Seperti yang Allah [SWT] firmankan dalam surah Al-Baqarah ayat 276 , artinya :
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yangng tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar