17 September 2015 pukul 17:53
Oleh: angkoso nugroho
Manusia bukanlah hanya sekedar badan biologi yang tampak secara kasat mata itu. Manusia terdiri dari tiga komponen;
1. Badan.
2. Ruh.
3. Nafs
Badan terbuat dari tanah. Organ biologi yang tidak hidup. Mekanisme yang terjadi di dalamnya terjadi secara alami. Yakni peredaran darah, perkembangan sel, dll. Sama seperti hukum kesimbangan alam. Alam semesta, bumi, dan habitat. Sebuah ciptaan yang sangat sempurna. Badan sama sepert mesin. Mesin adalah alat bergerak yang mati. Yang terjadi di dalam mesin adalah hukum keseimbangan alam yaitu; hidrolika, mekanika, thermodinamika, elektronika, dll.
Ruh adalah wahana berupa energi. Wujudnya tidak ada yang tahu, Ruh menghubungkan Allah [swt] dan makhluk ciptaannya; jin, malaikat dan manusia. Komponen jin dan malaikat sama dengan manusia, hanya saja, badan mereka terbuat dari api, dan yang kemudian dari cahaya. Jika ketiga komponen tadi terpisah, maka, makhluk itu tidak hidup, di dunia ini, maupun di samawat lain.
Ketika manusia tidur, Allah [swt] melepaskan ruh dan nafs manusia dari badannya. Ini disebut wafat. Dan jika ruh dan nafsnya tidak dikembalikan ketika manusia itu tidur, maka manusia itu mati, atau disebut maut. Oleh karena itu, sering ada fenomena dimana manusia yang sudah didakwa mati, Allah [swt] mengembalikan ruh dan nafs kembali ke badannya. Celakanya badan itu sudah dikubur di dalam tanah. Dan Allah [swt] bisa melakukan itu berulang kali. Hal ini karena hukuman di dunia untuk perbuatan di dunia belum ditimpakan/dikenakan kepadanya. Ada tiga sifat hukuman atas pebuatan di dunia. Hukuman yang dilaksanakan di dunia, hukuman yang dilaksanakan di akhirat, dan hukuman yang dilaksanakan baik di dunia dan di akhirat. Yang terakhir adalah untuk perbuatan fassad. Riba misalnya.
Melihat kondisi jasad Ramses II [Firaunnya Musa [as]], yang ada di museum di Inggris, tampak sepertinya Allah [swt] telah mengembalikan ruh dan nafsnya Firaun ke badannya, berkali-kali selama dia tenggelam di Laut Merah.
Nafs adalah wujud makhluk yang sebenarnya. Bentuknya sama seperti badan. Ada mata, telinga, tangan, kaki, dll. Wajah di badan sama persis dengan wajah di nafs. Dan nafs ketiga makhluk; malaikat, jin dan manusia, semuanya terbuat dari cahaya. Nafs adalah badan transenden. Jati diri manusia ada di nafs ini. Gabungan antara nafs dan badan tidak bisa membuat badan itu hidup. Badan hanya akan hidup dan berfikir jika ketiga komponen menjadi satu. Hanya manusia yang bersih dan murni yang bisa merasakan nafsnya, melihat nafs lain, dan lompat dari satu sammawat ke sammawat lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar