Sabtu, 23 Januari 2016

Konsep Kebangsaan / Kenegaraan Dalam Islam

Konsep Kebangsaan / Kenegaraan Dalam Islam
Oleh : Angkoso Nugroho


Islam bukanlah monarki, dan tidak akan pernah menjadi monarki. Bahkan sampai kiamat. Mereka yang melakukannya, tentunya telah melakukan kesesatan yang nyata.
Islam bukanlah demokrasi, orang yang bodoh dan pro asing tidak boleh menjadi pemimpin. Demikian pula orang yang masa bodoh dengan bangsa dan rakyatnya tidak boleh memilih pemimpin. Mereka itu adalah para Nabi Palsu yang menghiasi layar televisi beserta fan dan pengikut mereka. Sampah manusia. Menjerumuskan masyarakat pada kesenangan sesaat dan impian palsu, menjadikan masyarakat inferior terhadap diktat Barat yang ternyata tak BerkeTuhanan itu.
Islam bukanlah totaliter. Rakyat memiliki senjata dan pemerintahan ZALIM bisa diturunkan kapan saja. Tidak ada tentara bayaran yang melayani kekuasaan pemerintah. Dan tidak ada pula tentara bayaran yang mempertahankan kedaulatan negara. Tentara rakyat akan menghancurkan ancaman dari dalam dan luar negeri.
Pemimpin menegakkan hukum dengan adil walupun itu merugikan dirinya, keluarganya dan suku bangsanya.
Islam bukan kapitalis dan sosialis. Ekonomi berdasarkan pada pasar yang bebas dan adil. Tanpa penghisapan yaitu riba, monopoli, konsesi, intervensi, privatisasi, uang fiat, dll. Pasar tidak boleh dipungut sewa, retribusi, dan dipersempit untuk kepentingan pribadi. Tidak ada aksi jual beli di luar pasar, di pinggir jalanan, dan di kamar mandi. Allah [swt] yang berhak mengatur rejeki semua orang. Besok kamu bisa kaya, besok juga kamu bisa miskin. Tidak ada kelas sosial penghisap yang kaku dalam sistem hirarki sosial di negara Islam. Orang miskin kelaparan bergelimpangan di jalanan kalian menutup mata? Seakan hidup di dunia lain.
Islam bukanlah oligarki. Pejabat pemerintah tidak mendapatkan gaji khusus dan fasilitas. Pendapatan mereka setara dengan rakyat yang paling miskin. Tidak boleh ada pengusaha yang menjadi pejabat! Tidak boleh ada pejabat yang memiliki hubungan dengan pengusaha! Urusan melayani rakyat adalah ibadah. Imbalannya di dapat di atas sana, bukan di bawah sini!
Islam bukanlah teokrasi. Tidak ada ulama yang mengkomersialisasikan agama. Tidak ada ulama yang menarik pendapatan dalam melayani hukum Allah [swt].
Islam bukanlah serfdom/perbudakan. Tidak ada pemaksaan pajak kepada rakyat. Pemerintah mendapat pinjaman dari rakyat dan wajib mengembalikannya. Pemerintah mendapat hibah dari rakyat dan wajib menjalankannya kurang dari 12 jam. Pemerintah dan rakyat bekerja sosial untuk pembangunan. Pejabat berada di depan memegang palu dan cangkul. Pajak Allah [swt] berupa zakat bukanlah pajak ulama. Di distribusikan bagi yang miskin, dengan besaran yang adil bagi pemberinya, yaitu 2.5%.
Islam bukanlah agama klenik. Tidak ada impian tanpa kerja nyata. Tidak ada pembohongan mistis. Kesejahteraan diraih dengan disiplin dan pengorbanan.
Islam bukanlah agama fanatik dan arogan. Rakyat beragama lain boleh menerapkan agama tanpa gangguan, di lingkungan mereka masing-masing. Adat dan tradisi boleh melaksanakan hukumnya tanpa gangguan, di lingkungan mereka masing-masing. Bagi mereka yang arogan dan memaksakan kehendaknya di muka umum [televisi dan media sosial], Islam akan mengusir mereka dari negara. Bagi institusi luar yang memaksakan kehendak melalui antek-antek mereka di dalam negeri, mereka juga akan di usir keluar dari negara.
Islam bukanlah agama pedang. Membunuh orang, merampas hartanya dan wanitanya, dan mendirikan negaranya sendiri di situ, bukanlah Islam. Namun setan. Setan Islam, Nasrani, dan Yahudi ada. Ada ISIS dkk, Saudi Arabia, Amerika Serikat, dan Israel. Dan kalian secara tak sadar mengikuti bisikan setan, melalui media-media setan yang berlagak malaikat.
Islam satu-satunya pesan untuk umat manusia di Akhir Jaman yang menawarkan konsep dan sistem yang menjamin kedamaian di muka bumi. Nasrani, Yahudi, Atheis, putih, hitam, kuning, coklat, keriting, ikal, boleh menerapkan konsep ini. Ini yang dimaksud rahmatan lil alamin, pesan Islam untuk dunia bukanlah menghendaki semua orang masuk Islam. Namun semua orang untuk menerapkan sistem yang benar. Masalah mereka mau masuk Islam atau tidak, itu urusan mereka dan Hak Pererogatif Allah [swt]. Inilah kebenaran, yang kebanyakan Muslim kebarat-baratan saat ini pun tidak mengetahuinya. Bagi mereka Islam dan al-Quran hanyalah status dan dongenagan belaka.
Ini disebut Kilafah dalam Islam, Kerajaan Surga/Kerajaan Tuhan dalam Nasrani dan Yahudi, atau Mandat dari Surga oleh orang-orang China. Dan Islam telah menyempurnakannya.
Tidak ada yang membenci Islam kecuali Zionist Barat [AS-Uni Eropa-Israel-Arab Saudi] dan orang-orang yang rakus dan tamak, hati mereka kotor, berlumut, berkarat, hitam dan berlendir, seperti lambung kapal yang terendam air, cahaya tidak akan menembusnya walaupun di dalam liang kubur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar