Konsep Kebangsaan / Kenegaraan Dalam Islam
Oleh : Angkoso Nugroho
Oleh : Angkoso Nugroho
Islam
bukanlah monarki, dan tidak akan pernah menjadi monarki. Bahkan sampai
kiamat. Mereka yang melakukannya, tentunya telah melakukan kesesatan
yang nyata.
Islam bukanlah demokrasi, orang yang bodoh dan pro
asing tidak boleh menjadi pemimpin. Demikian pula orang yang masa bodoh
dengan bangsa dan rakyatnya tidak boleh memilih pemimpin. Mereka itu
adalah para Nabi Palsu yang menghiasi layar televisi beserta fan dan
pengikut mereka. Sampah manusia. Menjerumuskan masyarakat pada
kesenangan sesaat dan impian palsu, menjadikan masyarakat inferior
terhadap diktat Barat yang ternyata tak BerkeTuhanan itu.
Islam
bukanlah totaliter. Rakyat memiliki senjata dan pemerintahan ZALIM bisa
diturunkan kapan saja. Tidak ada tentara bayaran yang melayani
kekuasaan pemerintah. Dan tidak ada pula tentara bayaran yang
mempertahankan kedaulatan negara. Tentara rakyat akan menghancurkan
ancaman dari dalam dan luar negeri.
Pemimpin menegakkan hukum dengan adil walupun itu merugikan dirinya, keluarganya dan suku bangsanya.
Islam
bukan kapitalis dan sosialis. Ekonomi berdasarkan pada pasar yang
bebas dan adil. Tanpa penghisapan yaitu riba, monopoli, konsesi,
intervensi, privatisasi, uang fiat, dll. Pasar tidak boleh dipungut
sewa, retribusi, dan dipersempit untuk kepentingan pribadi. Tidak ada
aksi jual beli di luar pasar, di pinggir jalanan, dan di kamar mandi.
Allah [swt] yang berhak mengatur rejeki semua orang. Besok kamu bisa
kaya, besok juga kamu bisa miskin. Tidak ada kelas sosial penghisap yang
kaku dalam sistem hirarki sosial di negara Islam. Orang miskin
kelaparan bergelimpangan di jalanan kalian menutup mata? Seakan hidup di
dunia lain.
Islam bukanlah oligarki. Pejabat pemerintah tidak
mendapatkan gaji khusus dan fasilitas. Pendapatan mereka setara dengan
rakyat yang paling miskin. Tidak boleh ada pengusaha yang menjadi
pejabat! Tidak boleh ada pejabat yang memiliki hubungan dengan
pengusaha! Urusan melayani rakyat adalah ibadah. Imbalannya di dapat di
atas sana, bukan di bawah sini!
Islam bukanlah teokrasi. Tidak
ada ulama yang mengkomersialisasikan agama. Tidak ada ulama yang menarik
pendapatan dalam melayani hukum Allah [swt].
Islam bukanlah
serfdom/perbudakan. Tidak ada pemaksaan pajak kepada rakyat. Pemerintah
mendapat pinjaman dari rakyat dan wajib mengembalikannya. Pemerintah
mendapat hibah dari rakyat dan wajib menjalankannya kurang dari 12 jam.
Pemerintah dan rakyat bekerja sosial untuk pembangunan. Pejabat berada
di depan memegang palu dan cangkul. Pajak Allah [swt] berupa zakat
bukanlah pajak ulama. Di distribusikan bagi yang miskin, dengan besaran
yang adil bagi pemberinya, yaitu 2.5%.
Islam bukanlah agama
klenik. Tidak ada impian tanpa kerja nyata. Tidak ada pembohongan
mistis. Kesejahteraan diraih dengan disiplin dan pengorbanan.
Islam
bukanlah agama fanatik dan arogan. Rakyat beragama lain boleh
menerapkan agama tanpa gangguan, di lingkungan mereka masing-masing.
Adat dan tradisi boleh melaksanakan hukumnya tanpa gangguan, di
lingkungan mereka masing-masing. Bagi mereka yang arogan dan memaksakan
kehendaknya di muka umum [televisi dan media sosial], Islam akan
mengusir mereka dari negara. Bagi institusi luar yang memaksakan
kehendak melalui antek-antek mereka di dalam negeri, mereka juga akan di
usir keluar dari negara.
Islam bukanlah agama pedang. Membunuh
orang, merampas hartanya dan wanitanya, dan mendirikan negaranya sendiri
di situ, bukanlah Islam. Namun setan. Setan Islam, Nasrani, dan Yahudi
ada. Ada ISIS dkk, Saudi Arabia, Amerika Serikat, dan Israel. Dan
kalian secara tak sadar mengikuti bisikan setan, melalui media-media
setan yang berlagak malaikat.
Islam satu-satunya pesan untuk umat
manusia di Akhir Jaman yang menawarkan konsep dan sistem yang menjamin
kedamaian di muka bumi. Nasrani, Yahudi, Atheis, putih, hitam, kuning,
coklat, keriting, ikal, boleh menerapkan konsep ini. Ini yang dimaksud
rahmatan lil alamin, pesan Islam untuk dunia bukanlah menghendaki semua
orang masuk Islam. Namun semua orang untuk menerapkan sistem yang
benar. Masalah mereka mau masuk Islam atau tidak, itu urusan mereka dan
Hak Pererogatif Allah [swt]. Inilah kebenaran, yang kebanyakan Muslim
kebarat-baratan saat ini pun tidak mengetahuinya. Bagi mereka Islam dan
al-Quran hanyalah status dan dongenagan belaka.
Ini disebut
Kilafah dalam Islam, Kerajaan Surga/Kerajaan Tuhan dalam Nasrani dan
Yahudi, atau Mandat dari Surga oleh orang-orang China. Dan Islam telah
menyempurnakannya.
Tidak ada yang membenci Islam kecuali Zionist
Barat [AS-Uni Eropa-Israel-Arab Saudi] dan orang-orang yang rakus dan
tamak, hati mereka kotor, berlumut, berkarat, hitam dan berlendir,
seperti lambung kapal yang terendam air, cahaya tidak akan menembusnya
walaupun di dalam liang kubur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar