Surah
Al-Kahfi adalah salah satu surah dari Al-Qur'an yang fokus kepada
penjelasan tentang segala hal yang berkaitan dengan kondisi/ situasi
dari kehidupan akhir zaman/ akhir sejarah ketamadunan manusia. Termasuk
ciri-ciri dari manusia yang yang tergolong kafir dalam kehidupan akhir
zaman tersebut.
Siapakah yang dimaksud oleh
orang-orang yang kafir dalam kehidupan di akhir zaman ini selain dari
mereka yang melakukan kerusakan dan kezaliman baik secara internal
maupun eksternal?
Apakah mereka yang memiliki
kepercayaan selain Islam? Tentu saja tidak. Berstatus non Islam tidak
menjamin bahwasanya mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang yang
kafir. Sebaliknya berstatus Islam bahkan sebagai ulama, sheikh, habaib,
ustadz, tokoh/ pemuka agama dan lain-lain tidak menjamin bahwasanya kita
benar-benar tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang kafir.
Penggalan ayat-ayat Al-Kahfi di bawah ini telah mendefinisikannya dengan jelas, ringkas dan padat bagi mereka yang berpikir.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
"Dan Kami tampakkan Jahannam pada hari itu [pada hari makhluk dikumpulkan di padang mahsyar] kepada orang-orang kafir dengan jelas," (100)
"Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku [memiliki mata namun buta dalam menyaksikan tanda-tanda akhir zaman sebagai salah Satu Bukti Kebesaran dan Kekuasaan Allah yang menyebabkan mereka tanpa sadar menjadi musyrik] dan adalah mereka tidak sanggup mendengar [memiliki telinga namun tidak dipakai untuk mendengarkan hal-hal kebenaran dan kebaikan serta aturan-aturan dari Allah yang terkandung didalamnya yang menyebabkan mereka tanpa sadar menjadi musyrik]." (101)
"Maka apakah orang-orang kafir [musryik/ munafik baik secara sadar ataupun tanpa sadar] menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku [Iblis/ Dajjal/ Ya'juj wa Ma'juj/ manusia/ jin/ benda-benda/ materi/ uang] menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir [musryik/ munafik baik secara sadar ataupun tanpa sadar]." (102)
Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" (103)
"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya (para pemuka agama/ ahli agama/ tokoh/ sheikh/ utadz/ habaib yang buta akan kebenaran Islam dan akhir zaman, mereka menyangkal mereka tidak peduli bahkan berpaling dari kebenaran tersebut karena kenyamanan dunia telah disuguhkan ke mereka sehingga cintanya pada materi/ perhiasan dunia dan takutnya akan kematian semakin menjadi jadi yang pada akhirnya tanpa mereka sadari mereka telah menjadi munafik)." (104)
Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia [tidak beriman kepada hari akhir/ akhir zaman], maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. (105)
[QS Al-Kahfi 18; 100-105]
Bukankah
Iman kepada hari Akhir dimana akhir zaman/ akhir sejarah manusia adalah
salah satu proses terpenting didalamnya dan menjadi salah satu dari
rukun Iman Islam?
Inilah realita hidup kita saat ini,
masih bergelimang dalam kehidupan yang menjadikan kita sebagai makhluk
yang musryik dan munafik baik disadari maupun tanpa disadari. Saat ini
kita semua harus berani untuk mengakui bahwasanya kita masih termasuk ke
dalam golongan orang-orang yang kafir. Lalu apa kita pasrah dengan hal
ini? tentu saja tidak. Belajar dan berjuang untuk memahami dan
merealisasikan rukun iman pada hari akhir ini bisa jadi menjadi salah
satu jalan kita semua untuk kembali kepada Pengetahuan-Nya sehingga kita
mampu untuk memiliki kapabilitas dalam menjalankan hidup yang sesuai
dengan Aturan-Nya. InsyaaAllah.
Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar