Sabtu, 23 Januari 2016

Definisi kafir di Akhir Zaman Oleh :maulanaawaludin

Surah Al-Kahfi adalah salah satu surah dari Al-Qur'an yang fokus kepada penjelasan tentang segala hal yang berkaitan dengan kondisi/ situasi dari kehidupan akhir zaman/ akhir sejarah ketamadunan manusia. Termasuk ciri-ciri dari manusia yang yang tergolong kafir dalam kehidupan akhir zaman tersebut. 

Siapakah yang dimaksud oleh orang-orang yang kafir dalam kehidupan di akhir zaman ini selain dari mereka yang melakukan kerusakan dan kezaliman baik secara internal maupun eksternal?  

Apakah mereka yang memiliki kepercayaan selain Islam? Tentu saja tidak. Berstatus non Islam tidak menjamin bahwasanya mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kafir. Sebaliknya berstatus Islam bahkan sebagai ulama, sheikh, habaib, ustadz, tokoh/ pemuka agama dan lain-lain tidak menjamin bahwasanya kita benar-benar tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang kafir. 

Penggalan ayat-ayat Al-Kahfi di bawah ini telah mendefinisikannya dengan jelas, ringkas dan padat bagi mereka yang berpikir. 

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
"Dan Kami tampakkan Jahannam pada hari itu [pada hari makhluk dikumpulkan di padang mahsyar] kepada orang-orang kafir dengan jelas," (100) 
"Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku [memiliki mata namun buta dalam menyaksikan tanda-tanda akhir zaman sebagai salah Satu Bukti Kebesaran dan Kekuasaan Allah yang menyebabkan mereka tanpa sadar menjadi musyrik] dan adalah mereka tidak sanggup mendengar [memiliki telinga namun tidak dipakai untuk mendengarkan hal-hal kebenaran dan kebaikan serta aturan-aturan dari Allah yang terkandung didalamnya yang menyebabkan mereka tanpa sadar menjadi musyrik]." (101)
"Maka apakah orang-orang kafir [musryik/ munafik baik secara sadar ataupun tanpa sadar] menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku [Iblis/ Dajjal/ Ya'juj wa Ma'juj/ manusia/ jin/ benda-benda/ materi/ uang] menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir [musryik/ munafik baik secara sadar ataupun tanpa sadar]." (102) 
Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" (103)
"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya (para pemuka agama/ ahli agama/ tokoh/ sheikh/ utadz/ habaib yang buta akan kebenaran Islam dan akhir zaman, mereka menyangkal mereka tidak peduli bahkan berpaling dari kebenaran tersebut karena kenyamanan dunia telah disuguhkan ke mereka sehingga cintanya pada materi/ perhiasan dunia dan takutnya akan kematian semakin menjadi jadi yang pada akhirnya tanpa mereka sadari mereka telah menjadi munafik)." (104) 
Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia [tidak beriman kepada hari akhir/ akhir zaman], maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. (105)  

[QS Al-Kahfi 18; 100-105]

Bukankah Iman kepada hari Akhir dimana akhir zaman/ akhir sejarah manusia adalah salah satu proses terpenting didalamnya dan menjadi salah satu dari rukun Iman Islam?

Inilah realita hidup kita saat ini, masih bergelimang dalam kehidupan yang menjadikan kita sebagai makhluk yang musryik dan munafik baik disadari maupun tanpa disadari. Saat ini kita semua harus berani untuk mengakui bahwasanya kita masih termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kafir. Lalu apa kita pasrah dengan hal ini? tentu saja tidak. Belajar dan berjuang untuk memahami dan merealisasikan rukun iman pada hari akhir ini bisa jadi menjadi salah satu jalan kita semua untuk kembali kepada Pengetahuan-Nya sehingga kita mampu untuk memiliki kapabilitas dalam menjalankan hidup yang sesuai dengan Aturan-Nya. InsyaaAllah.

Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar