Selasa, 12 Januari 2016

Tujuan Dari Koalisi Gabungan di Pihak Barat Terhadap ISIS Yang Memicu Penaklukan Konstantinople [Turki]


Tentang penulis: Saya bukan pendukung dari pemerintahan manapun dan begitu juga yang menamakan dirinya Negara Islam, dan juga istilah apapun dari paham liberal dan golongan-golongan palsu di masyarakat. Saya mendukung kepada siapa saja yang melawan penindas terutama kepada Federasi Rusia dan Vladimir Putin, serta nilai-nilai tradisional dan keagamaan yang mengenali penindasan dan penipuan. Saya ahli dalam bidang sosial politik modern, ekonomi, sejarah, pertahanan dan geostrategis, seorang murid dari ulama Islam Imran Nazar Hosein. 


Penaklukan Konstantinopel bukan di tujukan untuk Rusia. 

US dan NATO sedang mengadu Turki untuk melancarkan perang terhadap Rusia. Kapal perang Barat dalam jumlah besar yang ada di Laut Mediterania bertujuan untuk membatasi kemampuan Rusia untuk memasok ke pangkalan udara Rusia di Suriah. Pemberitaan bahwa Barat meninggalkan Turki hanyalah umpan. Dan pembicaraan bahwa Barat sedang menjalin kerjasama militer dengan Rusia terhadap ISIS adalah trik untuk mengulur waktu untuk mempersiapkan militer mereka sendiri. 

Proyeksi kekuatan Rusia di Suriah sebagian besar bergantung dari jalur udara menuju Suriah, Koridor Udara Laut Kaspia; Rusia-Iran-Iraq-Suriah. Ini adalah situasi dimana Rusia memasok untuk pangkalan udaranya di Suriah saat ini, dan juga dari segi proyeksi militer tunggal Rusia; serangan rudal jelajah dan pengeboman strategis dari militer udara Rusia. Jalur pasokan kedua adalah melalui Laut Hitam, dimana Rusia tidak bisa mendominasinya karena jalur udara di atasnya di kuasai oleh Barat. Mereka memaksa Bulgaria dan Yunani untuk menutup jalur tersebut. 

Jalur Laut Hitam (Balkan) ini telah di batasi untuk Rusia. Rusia harus menggunakan senjata nuklir untuk mengusir armada laut Barat yang mengontrol wilayah tersebut, dan ini terlihat tidak bagus. Jadi Rusia tidak memiliki pilihan untuk memperluas pengadaan militer tapi masih bisa tetap menjaga kekuatan yang ada. Saya mengacu kepada pangkalan militer udara dan darat Rusia yang lain. Kekuatan militer yang ada sekarang tidak cukup untuk menghancurkan infrastruktur minyak Turki-ISIS. 

Skema ini akan berakhir saat Iran menutup jalur udara mereka untuk Rusia. Saat hal itu terjadi, maka ini adalah moment kebenaran untuk Iran. Kehadiran Rusia di Suriah dengan udara, armada udara An-124 Condor dan il-76 Candid, benang tipis "di atas" Iran. Barat akan mencapai kesepakatan dengan Iran dimana Iran akan menyuplai gas Eropa dari wilayah South Pars (Persian Gulf) yang juga di miliki oleh Qatar. Iran telah menutup mata terhadap invasi di Yaman oleh US-Qatar-UAE, untuk mengepung Arab. CNN di Doha Qatar [al-Jazeera] telah membuat dunia percaya bahwa Arab Saudi sedang menginvasi Yaman, tetapi realita di lapangan sungguh berbeda. Di Yaman, ada tank buatan Perancis, AMX Lecrec milik UAE dan Qatar. Tidak ada banyak media yang meliput di Yaman? Sebagai tambahan, Arab Saudi sekarang bekerja sama dengan Rusia dalam hal minyak, dan ini akan menimbulkan efek yaitu OPEC akan mengurangi produksi minyak. Hal ini akan menghantam ekonomi Barat yang bergantung kepada minyak. 

Penyebab dari invasi UAE ke Yaman adalah untuk mempersiapkan BMDS milik US, yang terhubung dengan BMDS milik US secara global. BMDS dan Prompt Global Strike Doctrine adalah bentuk tindakan perang nuklir terhadap negara berkekuatan nuklir lainnya, yang bertujuan untuk menghancurkan kemampuan senjata nuklir mereka. Dan juga, 15.000 marinir Cina berada di Djibouti, berseberangan dengan Yaman. Kesuksesan uji coba Sistem Patriot UAE di Yaman di publikasikan oleh IHS Janes 360. Sistem Pertahanan Udara Patriot di sebuah negara yang rakyatnya penggembala domba seperti Yaman tidaklah masuk akal. 

Bagian dari rencana kedua Barat adalah invasi Turki-US di Kurdistan, meluas ke Kuwait. Beberapa rencana ini akan membuat Barat agar bisa menduduki pangkalan udara Hmeymim, dengan memutus jalur Rusia menuju Suriah. Respon Rusia adalah berharap dengan adanya sangsi ekonomi yang sekarang di berlakukan akan membuat Turki tidak memiliki pilihan yang lain kecuali menginvasi Kurdistan dan wilayah Kurdistan berdekatan dengan batas Suriah dan Turki. Hal ini akan mengakibatkan perang sipil di Turki, dan Muslim Kurdistan akan memainkan peran yang penting untuk membantu Moskow, menggulingkan pemerintahan Turki yang menjadi budak US. Saat ini terjadi, Moskow akan memiliki lintasan militer yang aman untuk memperkuat militernya yang ada di Suriah. 

Saat kita tiba di waktu itu, Rusia dan aliansi Muslimnya akan merespon invasi Turki yang akan membuat Turki terpecah belah. Barat akan mengintervensi untuk menyelamatkan Turki saat Turki akan di kalahkan. Militer Turki terdiri dari sepertiga pasukan NATO, dan Turki akan menjadi tuan rumah bagi TAI dan FNSS. Sebagai tambahan, Barat akan memanfaatkan Turki untuk mengurangi jumlah militer Rusia sehingga Barat akan mudah berhadapan dengan Rusia.

Oleh : Angkoso Nugroho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar