Jumat, 29 April 2016

Antikristus Empire (KERAJAAN DAJJAL) | Penjelasan singkat

Angkoso Nugroho,
 
Dasarnya adalah penciptaan dan kontrol dari uang kertas internasional dan sistem moneter berbasis riba, juga monopoli perdagangan dunia, yang memberikan kepada mereka kontrol politik terhadap manusia dan sumber daya alam di bumi. Desain ini membuat mereka Raja alam semesta, di mana mereka dapat melakukan apa-apa yang mereka kehendaki. Mereka telah memilih Amerika Serikat sebagai markas mereka.

Tujuan mereka adalah untuk membuat Israel menjadi negara adi daya, dengan cara politik, ekonomi, budaya, agama, dan militer.

Sumber daya dunia dihisap ke AS, dan digunakan untuk menumbuhkan militer AS untuk memperpanjang kekuasaan AS ke semua sudut bumi. Bongkahan besar daripada itu, diberikan kepada negara Israel yang disebut sebagai "Bantuan AS" untuk Israel. Implikasinya adalah pemiskinan manusia. Ketidaksetaraan yang anda tidak dapat melihatnya. Negara maju dan negara dunia keitga?

Mereka menghancurkan semua penentang kekuatan mereka, dan mereka cap sebagai penjahat, dengan tuduhan, barbar, secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Mereka menternakkan orang-orang radikal, anarkis, terroris, yang mereka gunakan untuk memfitnah/menyalahkan orang lain.

Krisis dunia dibuat, dikendalikan, dan dikelola, yang nantinya akan membawa mereka untuk mencapai tujuan di atas, di mana manusia akan melihat bahwa peristiwa sejarah manusia terjadi secara kebetulan atau tak terkendali.

Untuk mengendalikan perilaku dari negara dan bangsa-bangsa, mereka membuat banyak organisasi internasional yang nyata namun tak tersentuh, yang menghasilkan para pemimpin-pemimpin. Ini adalah sebuah organisasi ilegal oleh hukum, tetapi legal dalam mengendalikan hukum sah.

Struktur demokrasi Barat dirancang agar negara dapat dikendalikan dari luar, dan dalam waktu yang sama memberikan ilusi kebebasan dan kedaulatan. Kecuali di beberapa negara tertentu.

Sekarang, kita telah datang ke dekat akhir terowongan, yang mereka katakan, titik pertemuan, yang akan menampilkan dari balik tirai negara Israel sebagai negara adidaya. Untuk itu, baik Israel tumbuh menjadi lebih besar, atau dunia harus menyusut untuk Israel. Dan tentunya saingan adi daya perlu dihancurkan, apakah mereka adalah musuh-musuhnya atau pelindung-nya. Anak Bajingan akan membunuh orang tua sendiri.

Latar Belakang Laut Cina Selatan

Banyak sarjana yang mendukung Cina yang bisa menjelaskan ini berdasarkan situasi politik yang terjadi sekarang. Sebagian dari penjelasan mereka tidak akan memuaskan pemikiran logis kita. Kondisi Laut Cina Selatan yang terjadi sekarang hanya bisa di pahami dengan tambahan sudut pandang sejarah politik. Setelah Perang Dunia II, AS secara sepihak menanam bom waktu kepada Cina. Yaitu dengan adanya Perjanjian San Fransisco yang secara sepihak di buat oleh AS tanpa persetujuan pemenang Perang Dunia II yang lain yaitu Rusia dan Cina. Perjanjian ini menyatakan tentang kemerdekaan Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. Hal ini bertujuan untuk mencuri zona laut Cina. Lebih lanjut tentang pendirian UNCLOS ( United Nation Convention on the Law of the Sea) oleh PBB, Cina kehilangan sebagian dari zona lautnya yaitu Taiwan. Implikasinya adalah larangan untuk memancing dimana Cina perlu untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya yang banyak dan juga merupakan jalur perdagangan laut untuk meningkatkan perekonomian mereka. Cina memang masih memiliki jalur keluar untuk perekonomian keluar kecuali di lepas pantai timur.

Untuk merepon kondisi UNCLOS tersebut, saat ini Cina membangun pulau buatan di Laut Cina Selatan. Artinya Cina menciptakan hal yang sama dengan Perjanjian San Fransisco. Dengan begitu, Cina memiliki hak untuk mengklaim Laut Cina Selatan. Di Pulau tersebut, infrastruktur militer Cina hanyalah instalasi radar peringatan dini. Sisanya adalah bandara komersial dan pelabuhan. Infrastukutur pertahanan udara terpasang di pulau-pulau dekat dengan pantai Cina yaitu Paracel. Untuk terus memblokade pertumbuhan ekonomi Cina, AS menyatakan pulau buatan tersebut melanggar hukum. Mengkhianati janjinya sendiri dalam perjanjian sepihak UNCLOS. Selanjutnya, AS telah menciptakan 'bogeyman' di sebelah tenggara Laut Cina Selatan, yaitu ISIS di Filipina. Operasi pembajakan dan penculikan telah menutup akses ke Laut Cina Selatan dan penumpukan Angkatan Laut AS di Laut Cina Selatan. Kondisi ini di manfaatkan untuk membuat pakta militer dengan anggota negara-negara maritim ASEAN serta Australia dan Selandia Baru, mitra dagang utama Cina di belahan bumi Selatan. Saya tidak membela Cina, hanya melihat hal ini sesuai dengan kondisi aslinya.

Rabu, 27 April 2016

Kondisi dan Situasi 22.04.16 Oleh: Angkoso Nugroho

Seseorang ingin mensabotase perjanjian damai Azerbaijan-Armenia. Rusia [Lavrov] menunjuk Turki sebagai dalangnya. Wall street dan CNN juga ikut mengobarkan propaganda pembantaian rakyat Armenia oleh bangsa Turki. Respon Rusia adalah dengan menyiagakan pasukannya di Kaukasus [Ossetia Selatan].
AS sedang mengumpulkan militernya di Filipina, dengan dalih ISIS di Pasifik [5 pangkalan militer di Filipina]. Jalur perdagangan laut Cina ke Australia, Selandia Baru, dan ASEAN Maritim telah terpotong oleh sebab ini. Korea Selatan, Selandia Baru dan Australia memiliki perjanjian perdagangan dengan Cina, Vietnam dengan Rusia. Negara anggota ASEAN di paksa oleh AS untuk mengabaikan perjanjian perdagangan mereka dengan Cina. Cina merasa keberatan terhadap apa yang telah di lakukan AS. Pemutusan jalur ekonomi ini akan berdampak sistemik, bukan untuk Cina namun partner dagang Cina. Cina sudah memiliki koalisi dagang SCO dan CSTO-Rusia. Rusia sedang membangun pertahanan rudal di Kuril dan mengirimkan armada angkatan laut ke Pasifik untuk melihat penumpukan pasukan AS di Filipina.
Akhirnya Arab Saudi membatalkan syarat-syarat yang mereka berikan tentang pemboikotan minyak yang dipimpin oleh Rusia. Beredar rumor bahwa Rusia, Arab Saudi dan OPEC telah melakukan pertemuan di Moscow.
AS kembali menolak resolusi perjanjian damai di Suriah dan terus mempersenjatai ISIS yang mereka sebut sebagai pemberonak moderat di televisi. Pasukan Suriah yang didukung oleh Angkatan Udara Rusia sedang bersemangat menuju Aleppo dan Raqqa. Rusia harus memberikan jaminan keamanan di Timur Tengah jika ingin ide pemboikotan minyak ini di setujui oleh negara-negara Arab. Rusia harus mempersenjatai Kurdi Suriah untuk menghancurkan ISIS/Turki.
AS tidak ingin Inggris keluar dari Uni Eropa. Prancis dan Inggris membentuk Pasukan Ekpedisi untuk digelar di luar negeri. Politik dan militer tidak mengatakan hal yang sama? Uni Eropa hanya sekedar koloni AS, tidak lebih dari itu. Armada Laut NATO sedang berpatroli di Aegean, untuk mengamankan Terusan Suez, memblokade negara-negara Arab, atau menutup Bosporus? Ingat, Rusia berada di dalam Suriah.
AS memaksa peningkatan produksi minyak Iran dengan membuka kran rentenir internasional [Zionist]. AS menggunakan Pelabuhan Chabhahar milik India di Iran untuk menyuplai pasukan US-NATO di Afganistan dan Armada Laut AS di Timur Tengah dan Samudera India.
Serbia mengabaikan permintaan Rusia untuk mengirimkan pasukan ke Suriah. Padahal tujuannya adalah untuk membongkar militerisasi Eropa Timur oleh AS. AS melipatgandakan dana untuk garnisun pasukannya di Eropa Timur dan Skandinavia. Latihan perang besar-besaran akan diselengarakan di Polandia. Ilusi keberadaan ISIS di Eropa akan terus dipertahankan oleh Paris dan Brusel sebagai dalih intervensi militer Eropa ke Timur Tengah.