Banyak
sarjana yang mendukung Cina yang bisa menjelaskan ini berdasarkan
situasi politik yang terjadi sekarang. Sebagian dari penjelasan mereka
tidak akan memuaskan pemikiran logis kita. Kondisi Laut Cina Selatan
yang terjadi sekarang hanya bisa di
pahami dengan tambahan sudut pandang sejarah politik. Setelah Perang
Dunia II, AS secara sepihak menanam bom waktu kepada Cina. Yaitu dengan
adanya Perjanjian San Fransisco yang secara sepihak di buat oleh AS
tanpa persetujuan pemenang Perang Dunia II yang lain yaitu Rusia dan
Cina. Perjanjian ini menyatakan tentang kemerdekaan Jepang, Taiwan dan
Korea Selatan. Hal ini bertujuan untuk mencuri zona laut Cina. Lebih
lanjut tentang pendirian UNCLOS ( United Nation Convention on the Law of
the Sea) oleh PBB, Cina kehilangan sebagian dari zona lautnya yaitu
Taiwan. Implikasinya adalah larangan untuk memancing dimana Cina perlu
untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya yang banyak dan juga merupakan jalur
perdagangan laut untuk meningkatkan perekonomian mereka. Cina memang
masih memiliki jalur keluar untuk perekonomian keluar kecuali di lepas
pantai timur.
Untuk
merepon kondisi UNCLOS tersebut, saat ini Cina membangun pulau buatan
di Laut Cina Selatan. Artinya Cina menciptakan hal yang sama dengan
Perjanjian San Fransisco. Dengan begitu, Cina memiliki hak untuk
mengklaim Laut Cina Selatan. Di Pulau tersebut,
infrastruktur militer Cina hanyalah instalasi radar peringatan dini.
Sisanya adalah bandara komersial dan pelabuhan. Infrastukutur pertahanan
udara terpasang di pulau-pulau dekat dengan pantai Cina yaitu Paracel.
Untuk terus memblokade pertumbuhan ekonomi Cina, AS menyatakan pulau
buatan tersebut melanggar hukum. Mengkhianati janjinya sendiri dalam
perjanjian sepihak UNCLOS. Selanjutnya, AS telah menciptakan 'bogeyman'
di sebelah tenggara Laut Cina Selatan, yaitu ISIS di Filipina. Operasi
pembajakan dan penculikan telah menutup akses ke Laut Cina Selatan dan
penumpukan Angkatan Laut AS di Laut Cina Selatan. Kondisi ini di
manfaatkan untuk membuat pakta militer dengan anggota negara-negara
maritim ASEAN serta Australia dan Selandia Baru, mitra dagang utama Cina
di belahan bumi Selatan. Saya tidak membela Cina, hanya melihat hal ini
sesuai dengan kondisi aslinya.

AS saat ini dalam keadaan "Perang" dengan China, dalam tahap awalnya, yakni blokade ekonomi-politik-militer. Tujuannya adalah untuk menghilangkan income China sehingga tidak mampu untuk mengoperasikan pemerintahan dan militernya. Dan untuk melakukan itu hubungan ekonomi antara China dengan semua tetangganya harus diputuskan, yakni negara-negara ASEAN, Korea Selatan, Jepang, Australia, NZ, dll.
BalasHapusPerang informasi adalah salah satu bagian dalam tahap awal perang terbuka. Untuk hal ini adalah isu Laut China Selatan.
Hal yang sama juga terhadap Russia. Sangsi ekonomi, dan isu aneksasi Crimea.
AS dan NATO sudah menggelar militer mereka di perbatasan Russia dan China.