Jumat, 29 April 2016

Latar Belakang Laut Cina Selatan

Banyak sarjana yang mendukung Cina yang bisa menjelaskan ini berdasarkan situasi politik yang terjadi sekarang. Sebagian dari penjelasan mereka tidak akan memuaskan pemikiran logis kita. Kondisi Laut Cina Selatan yang terjadi sekarang hanya bisa di pahami dengan tambahan sudut pandang sejarah politik. Setelah Perang Dunia II, AS secara sepihak menanam bom waktu kepada Cina. Yaitu dengan adanya Perjanjian San Fransisco yang secara sepihak di buat oleh AS tanpa persetujuan pemenang Perang Dunia II yang lain yaitu Rusia dan Cina. Perjanjian ini menyatakan tentang kemerdekaan Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. Hal ini bertujuan untuk mencuri zona laut Cina. Lebih lanjut tentang pendirian UNCLOS ( United Nation Convention on the Law of the Sea) oleh PBB, Cina kehilangan sebagian dari zona lautnya yaitu Taiwan. Implikasinya adalah larangan untuk memancing dimana Cina perlu untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya yang banyak dan juga merupakan jalur perdagangan laut untuk meningkatkan perekonomian mereka. Cina memang masih memiliki jalur keluar untuk perekonomian keluar kecuali di lepas pantai timur.

Untuk merepon kondisi UNCLOS tersebut, saat ini Cina membangun pulau buatan di Laut Cina Selatan. Artinya Cina menciptakan hal yang sama dengan Perjanjian San Fransisco. Dengan begitu, Cina memiliki hak untuk mengklaim Laut Cina Selatan. Di Pulau tersebut, infrastruktur militer Cina hanyalah instalasi radar peringatan dini. Sisanya adalah bandara komersial dan pelabuhan. Infrastukutur pertahanan udara terpasang di pulau-pulau dekat dengan pantai Cina yaitu Paracel. Untuk terus memblokade pertumbuhan ekonomi Cina, AS menyatakan pulau buatan tersebut melanggar hukum. Mengkhianati janjinya sendiri dalam perjanjian sepihak UNCLOS. Selanjutnya, AS telah menciptakan 'bogeyman' di sebelah tenggara Laut Cina Selatan, yaitu ISIS di Filipina. Operasi pembajakan dan penculikan telah menutup akses ke Laut Cina Selatan dan penumpukan Angkatan Laut AS di Laut Cina Selatan. Kondisi ini di manfaatkan untuk membuat pakta militer dengan anggota negara-negara maritim ASEAN serta Australia dan Selandia Baru, mitra dagang utama Cina di belahan bumi Selatan. Saya tidak membela Cina, hanya melihat hal ini sesuai dengan kondisi aslinya.

1 komentar:

  1. AS saat ini dalam keadaan "Perang" dengan China, dalam tahap awalnya, yakni blokade ekonomi-politik-militer. Tujuannya adalah untuk menghilangkan income China sehingga tidak mampu untuk mengoperasikan pemerintahan dan militernya. Dan untuk melakukan itu hubungan ekonomi antara China dengan semua tetangganya harus diputuskan, yakni negara-negara ASEAN, Korea Selatan, Jepang, Australia, NZ, dll.

    Perang informasi adalah salah satu bagian dalam tahap awal perang terbuka. Untuk hal ini adalah isu Laut China Selatan.

    Hal yang sama juga terhadap Russia. Sangsi ekonomi, dan isu aneksasi Crimea.

    AS dan NATO sudah menggelar militer mereka di perbatasan Russia dan China.

    BalasHapus