Rabu, 27 April 2016

Kondisi dan Situasi 22.04.16 Oleh: Angkoso Nugroho

Seseorang ingin mensabotase perjanjian damai Azerbaijan-Armenia. Rusia [Lavrov] menunjuk Turki sebagai dalangnya. Wall street dan CNN juga ikut mengobarkan propaganda pembantaian rakyat Armenia oleh bangsa Turki. Respon Rusia adalah dengan menyiagakan pasukannya di Kaukasus [Ossetia Selatan].
AS sedang mengumpulkan militernya di Filipina, dengan dalih ISIS di Pasifik [5 pangkalan militer di Filipina]. Jalur perdagangan laut Cina ke Australia, Selandia Baru, dan ASEAN Maritim telah terpotong oleh sebab ini. Korea Selatan, Selandia Baru dan Australia memiliki perjanjian perdagangan dengan Cina, Vietnam dengan Rusia. Negara anggota ASEAN di paksa oleh AS untuk mengabaikan perjanjian perdagangan mereka dengan Cina. Cina merasa keberatan terhadap apa yang telah di lakukan AS. Pemutusan jalur ekonomi ini akan berdampak sistemik, bukan untuk Cina namun partner dagang Cina. Cina sudah memiliki koalisi dagang SCO dan CSTO-Rusia. Rusia sedang membangun pertahanan rudal di Kuril dan mengirimkan armada angkatan laut ke Pasifik untuk melihat penumpukan pasukan AS di Filipina.
Akhirnya Arab Saudi membatalkan syarat-syarat yang mereka berikan tentang pemboikotan minyak yang dipimpin oleh Rusia. Beredar rumor bahwa Rusia, Arab Saudi dan OPEC telah melakukan pertemuan di Moscow.
AS kembali menolak resolusi perjanjian damai di Suriah dan terus mempersenjatai ISIS yang mereka sebut sebagai pemberonak moderat di televisi. Pasukan Suriah yang didukung oleh Angkatan Udara Rusia sedang bersemangat menuju Aleppo dan Raqqa. Rusia harus memberikan jaminan keamanan di Timur Tengah jika ingin ide pemboikotan minyak ini di setujui oleh negara-negara Arab. Rusia harus mempersenjatai Kurdi Suriah untuk menghancurkan ISIS/Turki.
AS tidak ingin Inggris keluar dari Uni Eropa. Prancis dan Inggris membentuk Pasukan Ekpedisi untuk digelar di luar negeri. Politik dan militer tidak mengatakan hal yang sama? Uni Eropa hanya sekedar koloni AS, tidak lebih dari itu. Armada Laut NATO sedang berpatroli di Aegean, untuk mengamankan Terusan Suez, memblokade negara-negara Arab, atau menutup Bosporus? Ingat, Rusia berada di dalam Suriah.
AS memaksa peningkatan produksi minyak Iran dengan membuka kran rentenir internasional [Zionist]. AS menggunakan Pelabuhan Chabhahar milik India di Iran untuk menyuplai pasukan US-NATO di Afganistan dan Armada Laut AS di Timur Tengah dan Samudera India.
Serbia mengabaikan permintaan Rusia untuk mengirimkan pasukan ke Suriah. Padahal tujuannya adalah untuk membongkar militerisasi Eropa Timur oleh AS. AS melipatgandakan dana untuk garnisun pasukannya di Eropa Timur dan Skandinavia. Latihan perang besar-besaran akan diselengarakan di Polandia. Ilusi keberadaan ISIS di Eropa akan terus dipertahankan oleh Paris dan Brusel sebagai dalih intervensi militer Eropa ke Timur Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar