Seseorang ingin mensabotase perjanjian damai Azerbaijan-Armenia. Rusia
[Lavrov] menunjuk Turki sebagai dalangnya. Wall street dan CNN juga ikut
mengobarkan propaganda pembantaian rakyat Armenia oleh bangsa Turki.
Respon Rusia adalah dengan menyiagakan pasukannya di Kaukasus [Ossetia
Selatan].
AS sedang mengumpulkan
militernya di Filipina, dengan dalih ISIS di Pasifik [5 pangkalan
militer di Filipina]. Jalur perdagangan laut Cina ke Australia, Selandia
Baru, dan ASEAN Maritim telah terpotong oleh sebab ini. Korea Selatan,
Selandia Baru dan Australia memiliki perjanjian perdagangan dengan Cina,
Vietnam dengan Rusia. Negara anggota ASEAN di paksa oleh AS untuk
mengabaikan perjanjian perdagangan mereka dengan Cina. Cina merasa
keberatan terhadap apa yang telah di lakukan AS. Pemutusan jalur ekonomi
ini akan berdampak sistemik, bukan untuk Cina namun partner dagang
Cina. Cina sudah memiliki koalisi dagang SCO dan CSTO-Rusia. Rusia
sedang membangun pertahanan rudal di Kuril dan mengirimkan armada
angkatan laut ke Pasifik untuk melihat penumpukan pasukan AS di
Filipina.
Akhirnya Arab Saudi membatalkan syarat-syarat yang mereka berikan tentang pemboikotan minyak yang dipimpin oleh Rusia. Beredar rumor bahwa Rusia, Arab Saudi dan OPEC telah melakukan pertemuan di Moscow.
AS kembali menolak resolusi perjanjian damai di Suriah dan terus mempersenjatai ISIS yang mereka sebut sebagai pemberonak moderat di televisi. Pasukan Suriah yang didukung oleh Angkatan Udara Rusia sedang bersemangat menuju Aleppo dan Raqqa. Rusia harus memberikan jaminan keamanan di Timur Tengah jika ingin ide pemboikotan minyak ini di setujui oleh negara-negara Arab. Rusia harus mempersenjatai Kurdi Suriah untuk menghancurkan ISIS/Turki.
AS tidak ingin Inggris keluar dari Uni Eropa. Prancis dan Inggris membentuk Pasukan Ekpedisi untuk digelar di luar negeri. Politik dan militer tidak mengatakan hal yang sama? Uni Eropa hanya sekedar koloni AS, tidak lebih dari itu. Armada Laut NATO sedang berpatroli di Aegean, untuk mengamankan Terusan Suez, memblokade negara-negara Arab, atau menutup Bosporus? Ingat, Rusia berada di dalam Suriah.
AS memaksa peningkatan produksi minyak Iran dengan membuka kran rentenir internasional [Zionist]. AS menggunakan Pelabuhan Chabhahar milik India di Iran untuk menyuplai pasukan US-NATO di Afganistan dan Armada Laut AS di Timur Tengah dan Samudera India.
Serbia mengabaikan permintaan Rusia untuk mengirimkan pasukan ke Suriah. Padahal tujuannya adalah untuk membongkar militerisasi Eropa Timur oleh AS. AS melipatgandakan dana untuk garnisun pasukannya di Eropa Timur dan Skandinavia. Latihan perang besar-besaran akan diselengarakan di Polandia. Ilusi keberadaan ISIS di Eropa akan terus dipertahankan oleh Paris dan Brusel sebagai dalih intervensi militer Eropa ke Timur Tengah.
Akhirnya Arab Saudi membatalkan syarat-syarat yang mereka berikan tentang pemboikotan minyak yang dipimpin oleh Rusia. Beredar rumor bahwa Rusia, Arab Saudi dan OPEC telah melakukan pertemuan di Moscow.
AS kembali menolak resolusi perjanjian damai di Suriah dan terus mempersenjatai ISIS yang mereka sebut sebagai pemberonak moderat di televisi. Pasukan Suriah yang didukung oleh Angkatan Udara Rusia sedang bersemangat menuju Aleppo dan Raqqa. Rusia harus memberikan jaminan keamanan di Timur Tengah jika ingin ide pemboikotan minyak ini di setujui oleh negara-negara Arab. Rusia harus mempersenjatai Kurdi Suriah untuk menghancurkan ISIS/Turki.
AS tidak ingin Inggris keluar dari Uni Eropa. Prancis dan Inggris membentuk Pasukan Ekpedisi untuk digelar di luar negeri. Politik dan militer tidak mengatakan hal yang sama? Uni Eropa hanya sekedar koloni AS, tidak lebih dari itu. Armada Laut NATO sedang berpatroli di Aegean, untuk mengamankan Terusan Suez, memblokade negara-negara Arab, atau menutup Bosporus? Ingat, Rusia berada di dalam Suriah.
AS memaksa peningkatan produksi minyak Iran dengan membuka kran rentenir internasional [Zionist]. AS menggunakan Pelabuhan Chabhahar milik India di Iran untuk menyuplai pasukan US-NATO di Afganistan dan Armada Laut AS di Timur Tengah dan Samudera India.
Serbia mengabaikan permintaan Rusia untuk mengirimkan pasukan ke Suriah. Padahal tujuannya adalah untuk membongkar militerisasi Eropa Timur oleh AS. AS melipatgandakan dana untuk garnisun pasukannya di Eropa Timur dan Skandinavia. Latihan perang besar-besaran akan diselengarakan di Polandia. Ilusi keberadaan ISIS di Eropa akan terus dipertahankan oleh Paris dan Brusel sebagai dalih intervensi militer Eropa ke Timur Tengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar