- Russia mendapat undangan resmi dari pemerintah Suriah,untuk memerangi ISIS. DPR Russia bermusyawarah untuk memutuskannya. Undangan tersebut ditembuskan pula ke PBB.
- Hingga saat ini hanya AU dan AL Russia yang berada di Suriah. Mereka bermarkas di Latakia Suriah. Di sana Russia memiliki Lanal dan Lanud yang disewa Russia sejak jaman Uni Soviet.
- Secara hukum internasional militer Russia legal berada di Suriah.
- Barat tidak memiliki legalisasi dalam melakukan serangan udara di atas Suriah dan Irak, maupun ijin dari PBB, pemerintah Suriah dan Irak.
- Legalisasi mereka dapat dari PBB atas dasar serangan teror ISIS di Paris. Itupun Russia dan China memvetonya di DK PBB.
- Saat ini pasukan darat Barat berada di Turki dan Irak. Armada Laut mereka ada di Laut Mediterrania, di lepas pantai Israel. AU Barat dan Turki berada di Jordania, Turki, UEA dan Qatar.
- Klaim pemboman penduduk sipil Suriah oleh Russia tidak memiliki bukti, bahkan dari Deplu AS sendiri. Laporan tersebut dibuat LSM/NGO George Soros yang beroperasi di perbatasan Suriah dan Turki.
- Media menyorot Russia sebagai agressor dalam pemberitaan mereka, sementara itu, ternyata Baratlah yang menciptakan ISIS untuk mencuri minyak Suriah dan Irak. Dan jika Assad berhasil diturunkan, maka korban selanjutnya adalah Arab Saudi. Hal ini karena Arab Saudi sudah bukan sekutu AS lagi. AS menjatuhkan ekonomi Saudi dengan manipulasi harga minyak mentah dunia. Jika pasokan minyak ISIS kepada Barat terhenti, maka seluruh negara jajahan Barat, bahkan AS dan Eropa akan mengalami kehancuran ekonomi dan sosial, hal ini karena sistem moneter IMF berbasis minyak bumi atau disebut Petrodollar.
- Barat telah mendaulat Turki atau kebangkitan Imperium Neo Ottoman untuk menggantikan posisi Arab Saudi sebagai pemimpin Islam, dimana Turki sebagai gantinya menjadi tempat penyusupan, pelatihan, dan pencurian minyak Suriah dan Irak melalui ISIS.
- ISIS sendiri adalah passus AS, Israel, Turki, dan Barat dengan anak buah milisi internasional bayaran yang berkedok ISIS. Tidak ada hubungannya dengan Islam.
Jumat, 05 Februari 2016
Menanggapi Media Nasional Mengenai ISIS dan Militer Russia di Suriah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar