Rabu, 17 Februari 2016

Artikel mengenai Ilmu Akhir Zaman

Angkoso Nugroho

Pertama, saya ingatkan pada kalian, bahwa artikel ini bisa salah jika “kamu/kalian” yang dimaksud di Hadits tersebut tidak mengacu pada orang Arabs saat ini, tapi Muslim yang benar-benar mengikuti Nabi Muhammad saw, pengikut Imam Mahdi.

Rencana Yinon Israel adalah rencana demi Pax Judaica. Rencana ini mendesak panglima perang yang ada di Libya menuju ke Suriah, juga upaya pengendalian Rusia dan Cina. Rencana ini menciptakan proyek tentara bayaran, milisi, dan dibiayai bangsa Arab, dipersenjatai dan dilatih oleh Barat. Petarungnya berasal dari negara Muslim di seluruh dunia dan dikomandoi oleh perwira militer Barat.

Upaya pengendalian Rusia dan Cina mengaacu dalam hal politik, sosial, militer dan ekonomi. Untuk menghancurkan Rusia secara ekonomi, mereka harus menyingkirkan Rusia dari perdagangan minyak dan gas.

Zu Mukhamar said, saya mendengar Rasulullah bersabda :
“Kalian akan membuat Hudna (Perjanjian Gencatan Senjata) dengan Romawi, dan bersama-sama kalian dan mereka akan menginvasi musuh yang (berada) di belakang kalian. Kalian akan menang, mengambil harta rampasan perang, dan kalian akan pergi. Kemudian, kalian akan berkemah di padang rumput yang berbukit. Saat itu salah satu tentara Romawi mendekat (Tentara Muslim), menancapkan salib dan berkata, “Salib telah menang,” salah satu Muslim marah dan mencabut salib. Kemudian Romawi menjebak (menggertak atau menipu) kalian, dan menghimpun (mempersiapkan) demi Malhama (Perang). Mereka menyiapkan tentara untuk melawan kalian dan datang melawan kalian dengan 80 bendera, salah satu bendera diikuti 10.000 (atau 12.000) laki-laki.”
(Ahmad, Abu Daud, dan Ibn Majah)

Ketika Nabi saw menyebut “kalian” sebagai muslim, ini bermaksud ke beberapa kelompok :
1. Keluarga dan Saudara Rasulullah saw
2. Muslim yang mendapat petunjuk
3. Bangsa Arab, keturunan Quraish
4. Muslim secara umum.

Ketika Nabi menyebut Romawi, Rum, ini juga bermaksud ke beberapa kelompok :
1. Keturunan Imperium Romawi Barat, Roma, yang berlandaskan paganisme, saat ini ada di Barat. Eropa Barat dan Amerika Barat.
2. Keturunan Imperium Romawi Timur, Kekaisaran Bizantium, berlandaskann Kristen Ortodox Timur, saat ini ada di Federasi Rusia dan Persaudaraan Slavic nya.

Untuk interpretasi Hadits

Diterbitkan pertama kali di komunitas Islamic Eschatology pada tanggal 10 Oktober 2015

Kemudian, momentum kebenaran tersebut telah datang, dan kita menerima kabar pemulihan hubungan Saudi-Russia yang menandakan pecahnya Aliansi AS-Arab Saudi, dan dengan demikian AS telah kehilangan dominasi petrodollar.

Kesimpulannya

Arab Saudi saat ini beraliansi dengan Russia dan mencampakkan AS. Namun, Ulama Salafi-Wahabi Saudi tetap berada di kubu AS. Militernya berada dalam kendali Monarki

Saat ini ISIS semata-mata Proyek kerjasama AS dengan Turki, Yordania, dan Negara-negara Arab Hormuz seperti, Qatar, UAE, dan sebagainya. Yang bertujuan untuk menyerang Arab Saudi, dan Suriah melalui gerbang depan.

AS telah kehilangan dominasinya dalam pasokan minyak dunia. Imperium dan sekutunya tersebut sedang berada di ambang kehancuran. Pasokan minyaknya menipis. Dengan demikian kampanye “perubahan iklim” dilakukan, untuk mengurangi konsumsi minyak dan gas yang digunakan oleh industri-industri Imperium Barat dan domestik rakyatnya sendiri. Bahan bakar ramah lingkungan seperti biodiesel, panel surya, geo-thermal, dan sebagainya, diberlakukan kepada rakyatnya. Inilah alasan utama mengapa AS-Perancis-Inggris terdorong untuk ikut berperang di Timur Tengah.

Russia tidak hanya melindungi Suriah tapi juga Arab Saudi. Persekutuan Russia-Arab Saudi tersebut sebagai berikut :
1. Aliansi minyak untuk mengembalikan harga pasar minyak dunia.
2. Arab Saudi membeli rudal balistik Iskander milik Rusia dan senjata lainnya.
3. Rusia membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Arab Saudi.
4. Arab Saudi menginvestasikan 10-15 miliar dolar AS di Bank Rusia.
5. Kedua negara memberikan solusi atas krisis gas di Eropa.
6. Intervensi militer Rusia di Suriah bukan hanya untuk mempertahankan pemerinitahan rezim Bashar al-Assad tapi juga mempertahankan Semenanjung Arab pada umumnya terhadap re-invasi Barat atau sebuah Perang Salib Barat yang baru dimana dengan menggunakan ISIS (Yankee Jihad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar